Kemenparekraf Bimtek Strategi Branding Pariwisata dan Ekraf di Minsel


Amurang, MS 
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Branding Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Melalui Media Digital di Hotel Sutan Raja pada Senin (27/2).

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi semua pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam membangun dan mengembangkan daya tarik wisata di Sulawesi Utara (Sulut) khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melalui branding di media sosial.

Koordinator Strategi Pemasaran dan Kemitraan, Direktorat Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf yang diwakili oleh Emi Ermawati selaku Subkoordinator Kemitraan (Co Branding) Direktorat Komunikasi Pemasaran, Deputi Bidang Pemasaran, Kemenparekraf mengatakan bahwa, di masa adaptasi baru ini, branding atau reputasi suatu destinasi, tempat, atau pun produk menjadi semakin penting.

Branding ini juga bisa dibangun dengan menunjukkan kesiapan Kabupaten Minsel dalam rangka penerapan protokol kesehatan.

"Karena sekarang yang wisatawan lihat adalah apakah sebuah destinasi sudah menerapkan protokol kesehatan dan bagaimana pemerintah setempat tegas dalam melaksanakan untuk membuat wisatawan lebih yakin datang ke sebuah destinasi," katanya.

Ia mengatakan, pada pandemi Covid-19 pelaku usaha diharapkan untuk tetap optimistis mengembangkan bisnis melalui media digital. Termasuk juga melakukan branding di media sosial.

"Pemasaran secara konvensional harus didukung dengan promosi digital karena memang sebagian besar konsumen telah beralih untuk memanfaatkan media digital dalam mendapatkan informasi," ujarnya.

Lanjut Dia mengatakan bahwa, citra atau branding bukan hanya merek atau sekadar membuat logo dan tagline yang didukung iklan berbagai media. Meski saat ini pandemi, promosi tetap harus dilakukan di Minsel.

"Ini harus disikapi oleh pemerintah daerah untuk membranding wisata di daerahnya, bahwa dalam situasi seperti ini mereka bisa menerapkan protokol kesehatan yang baik. Sehingga bisa menjamin turis yang datang merasa aman," tukasnya.

Ia mengatakan, hal ini juga akan menjadi bahan promosi wisata dari mulut ke mulut.

"Wisatawan lokal kan punya teman di luar negeri, kalau prokesnya baik mereka akan cerita. Ini juga sebagai branding terhadap destinasi wisata. Untuk saat ini Medan punya banyak potensi seperti kuliner, kriya, dan suvenir," ungkapnya.

Sehingga diharapkan ketika pandemi ini berhasil dilalui pasar wisatawan Indonesia maupun luar negeri tidak ragu-ragu lagi langsung dapat kembali ke Indonesia dan menetapkan Indonesia sebagai destinasi pariwisata.

Bahkan Dia mengatakan, Kemenparekraf pernah membangun 10 destinasi branding yakni, Kepulauan Riau, Jakarta, Bandung, Semarang, Banyuwangi, Bali, Lombok, Makassar, dan Coral Triangle yakni Wakatobi, Bunaken, Raja Ampat.
Sementara itu Bupati Minsel Franky Donny Wongkar SH (FDW) dalam sambutannya berharap agar kiranya Pelaksanaan Bimtek kali ini jangan hanya sekedar kegiatan Seremonial dan tidak memberi manfaat bagi peserta.

"Kiranya melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Minsel untuk mendapatkan manfaat dalam mengembangkan usaha," ungkapnya.

Untuk diketahui hadirnya modoinding potato festival merupakan strategi dan program inovasi pemerintah dalam menarik wisatawan dan memperkenalkan kembali, melalui media digital terhadap potensi pertanian dan perkebunan di Minsel sekaligus membangkitkan sektor pariwisata melalui agrowisata.

Pada saat ini pemerintah daerah kembali memberikan perhatian kepada sektor pariwisata, dimana Pemkab Minsel terus mendorong pembangunan destinasi pariwisata seperti bukit sasayaban yang ada di Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang, hal ini dilaksanakan karena sektor pariwisata merupakan salah satu prioritas pembangunan yang tertuang dalam misi pembangunan Kabupaten Minsel yakni mewujudkan kemandirian ekonomi melalui sektor agribisnis dan pariwisata.(david masengi)


Komentar

Populer Hari ini




Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting