Penarikan Guru ASN di Sekolah Swasta Ditepis

DPR-RI Tegaskan Penerapannya Tidaklah Gampang


Laporan: Sonny Dinar

Ada gejolak mengiring wacana penarikan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dari sekolah swasta. Bahkan kabar berhembus, pendidik dan tenaga kependidikan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak berpindah, akan ‘dikebiri’ dari semua tunjangan negara. Polemik ini sontak mengundang suara tegas legislator Senayan.

 

Pro kontra yang melilit persoalan tersebut, ditanggap langsung Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam Kunjungan Kerja (Kunker) di Sulawesi Utara (Sulut). Para personil yang membidangi pendidikan ini menyesalkan informasi itu bisa meluas di kalangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Bumi Nyiur Melambai.

 

"Poin penting dalam Kunjungan Kerja kami ke Sulut adalah, dalam konteks Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Yakni soal berita yang memang perlu diklarifikasi mengenai adanya rencana bantuan bagi guru ASN di sekolah swasta akan ditarik," kata Koordinator Rombongan Komisi X DPR-RI Ferdiansyah SE MM, ketika ditemui awak media di kantor Gubernur, Selasa (29/1) kemarin.

 

Menurutnya, dari Komisi X DPR RI, seyogyanya itu tidak boleh terjadi. Bahkan semenjak tahun 2009 telah menyatakan bahwa tidak ada dikotomi antara sekolah swasta dan negeri mengenai adanya penempatan guru-guru yang berstatus ASN ini di sekolah swasta.

 

"Seandai pun terjadi pengurangan atau penarikan guru ASN di sekolah swasta, itu tidak dalam kurun waktu singkat. Diberi waktu sekitar 5 tahunan. Artinya bukan juga menghilangkan secara total mengenai jumlah guru ASN yang diperbantukan di sekolah swasta," tutur Politisi Golkar itu.

 

Selain itu, dirinya mengaku mendapat masukan juga dari para Pengawas Pendidikan di Sulut ini. Diungkapnya, Pengawas bagian penting dari pendidikan sehingga perlu perhatian. Di situ ada sesuatu yang sangat menarik dimana perlu dilakukan pembuatan Sistem Binaan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

 

"Sehingga bagi siapapun yang berprofesi sebagai guru, itu ada sebuah harapan. Ada secerca gambaran terhadap apa yang digeluti selama ini bertahun-tahun. Harapan itulah yang akan kita buat Sistem Pembinaan karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan," ungkapnya. (***)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting