Wacana Pembentukan Fraksi NATO Kandas
Empat Parpol di DPRD Boltim Hengkang
Tutuyan, M
Konstelasi politik di Gedung Wakil Rakyat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bergerak dinamis. Kali ini terkait upaya pembentukan Fraksi Nasional Totabuan (NATO). Wacana politik yang diinisiasi Anggota DPRD Boltim dari partai Demokrat, Argo Sumaiku, itu gagal. Fraksi NATO bubar sebelum resmi terbentuk.
Itu menyusul keputusan empat partai politik (parpol) pemilik kursi di DPRD Boltim, yakni Gerindra, PKS, PBB, dan Perindo yang akhirnya menarik diri dari Fraksi NATO. Alasannya, mereka menduga kubu politik ini sengaja dibentuk untuk memuluskan kepentingan tertentu.
"Mungkin teman teman dari partai lain sadar bahwa ada tujuan lain dalam pembentukan fraksi tersebut dan akhirnya mereka memilih keluar," ujar pengamat politik asal Boltim, Nelson Ochotan pada Rabu, (30/3).
Menurut Nelson, pembentukan fraksi NATO sejak awal tidak begitu
matang sehingga layu sebelum berkembang. "Dan mungkin dalam
pendistribusian AKD mereka tidak akan mendapat Alat kelengkapan dewan, artinya
mereka yang tetap bertahan di fraksi ini akan zonk tanpa AKD," ucap tokoh
pemuda di Boltim ini.
Terpisah, Anggota DPRD Boltim dari Gerindra, Revvy Lengkong mengatakan, fraksi NATO baru sebatas wacana saja. Karena belum disahkan maka kami berhak untuk menarik diri dari rencana pembentukan Fraksi NATO.
"Ini juga sesuai perintah partai,” kata Reevy
Lengkong.
Usia menarik diri pembentukan Fraksi NATO, lanjut dia, partai Gerindra akan tetap bersama dengan PBB dan PAN dalam Fraksi Amanat Nasional. “Kami (Gerindra) tetap bersama Fraksi Amanat Nasional,” ujar Revvy.
Anggota DPRD dari PBB, Dahlan Saniman, mengungkapkan alasan pengunduran diri dari rencana pembentukan Fraksi NATO. Menurutnya, sikap itu adalah atas perintah dan petunjuk pimpinan partai.
“Karena ini perintah partai, maka kami tunduk dan patuh,” tegas Lengkong.
Senada, legislator dari PKS, Sutanti Ginoga, menuturkan pihaknya mengikuti petunjuk partai soal keanggotaan fraksi di DPRD Boltim.“Tidak ada persoalan apa-apa. Ini karena perintah partai sehingga kami menarik diri dari (pembentukan) Fraksi NATO,” kata Sutanti.
Menanggapi itu, Sekretaris DPRD Boltim, Afandi Abdul menjelaskan jika Fraksi NATO di DPRD Boltim baru sebatas usulan. Surat masuk tentang usulan pembentukan Fraksi NATO dibacakan saat paripurna beberapa waktu lalu.
“Jadi (Fraksi NATO) ini baru sebatas usulan, dan sampai hari ini belum ada SK. Tiga partai (Gerindra, PBB dan Perindo) masih tetap dengan fraksi sebelumnya. Hanya PKS yang pindah ke Fraksi Restorasi,” jelas Afandi.
Kendati begitu, sang inisiator Argo Sumaiku masih ngotot agar fraksi NATO diakui. Karena pengusulannya sudah lewat paripurna. Namun belakangan Argo tidak bisa berbuat apa apa dan hanya bisa merelakan teman temannya meninggalkannya.
“Saya merasa ditinggalkan oleh teman teman yang tidak komitmen
padahal kemarin. Kami sudah sama sama keluar dari fraksi awal, tapi saya tetap
mengucapkan terimakasih kepada teman teman yang telah meninggalkan saya” ungkap
Argo dengan nada kecewa pada Selasa, (29/3). (pasra mamonto)












































Komentar