Foto: Alexander Sasauw
Ketum: GKPMI Harus Bantu Pemerintah Atasi Persoalan Sosial Ekonomi
Manado, MS
Agenda Musyawarah Nasional (Munas) ke-XIX (19), Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GKPMI) bergulir. Kegiatan ini harapannya bisa mendorong kontribusi gereja tersebut di tengah masyarakat. Utamanya membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan.
Ketua Umum (Ketum) GKPMI, Alexander Sasauw mengungkapkan, GKPMI saat ini telah berusia 69 tahun. Maka dari itu mengharapkan, gereja ini bisa terus berbenah. Seraya berperan aktif sebagai mitra pemerintah. "Dalam melaksanakan pembangunan dan juga membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sosial ekonomi, kesejahteraan, kemanusiaan, keadilan," ungkap Sasauw, saat pembukaan Munas GKPMI ke-19, Senin (14/3), di Hotel Peninsula Manado.
Disampaikan pula, Munas ini digelar saat pandemi masih berkepanjangan. Meski begitu dirinya tetap yakin agenda itu bisa berjalan baik. Sekaligus meminta semuanya untuk meningkatkan kualitas spiritual bergereja. Menurutnya, Munas ke XIX ini merupakan agenda penting dan strategis. Nantinya bakal memberi nilai tambah dan mampu mendorong serta meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan spiritual. "Selain itu dapat menumbuhkembangkan keimanan kepada Tuhan serta juga menjalin kerjasama antara seluruh komponen umat dalam konteks kehidupan bergereja, bermasyarakat bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tuturnya
Dia juga menyatakan, Munas harus berdampak untuk memberi buah yang baik kepada jemaat serta mampu mendorong mereka menjadi garam dan terang. Baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan. "Munas harus menjadi evaluasi terhadap program-program pelayanan GKPMI. Dalam upaya melaksanakan pelayanan di tengah-tengah persekutuan jemaat Tuhan yang terus tumbuh," ucapnya. (arfin tompodung)












































Komentar