KIS/BPJS Kesehatan Diblokir Sepihak, Pemkot Manado Disorot


Pelayanan kesehatan di Kota Manado menuai keluh. Kali ini program jaminan kesehatan gratis melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS)/BPJS Kesehatan menjadi sorotan. Itu menyusul sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang diduga telah melakukan pemblokiran secara sepihak kartu tersebut dengan dalih validasi data.

"Saya sebagai pasien kaget. Saat berobat ke rumah sakit Advent Teling Manado, tidak lagi mendapat perawatan medis sebagaimana mestinya. Kenapa? Ternyata KIS BPJS Kesehatan saya sudah diblokir. Ini info dari pihak management rumah sakit," kata Voucke Lontaan, seorang pasien kepada wartawan, kemarin.

Voucke mengatakan, sebagai pemegang Kartu Indonesia Sehat/BPJS kesehatan nomor 0001568000992, dirinya tentu kecewa. "Pada 3 Agustus 2021 lalu kartu kesehatan ini masih bisa digunakan berobat. Tapi, saat ini sudah diblokir. Informasinya diblokir sejak akhir September tahun ini," jelasnya.

Menurut Voucke, informasi yang diterima terkait pemblokiran tersebut adalah merupakan kebijakan Pemerintah Kota Manado. "Ini kok heran KIS/BPJS kesehatan saya dibiayai dengan dana APBN, kenapa Pemkot Manado dalam hal ini Wali Kota Manado membuat kebijakan sepihak memblokir KIS warga yang diperoleh lewat program Presiden Ir Joko Widodo. Apalagi ini masalah kemanusiaan," tegas.

Pemblokiran juga dilakukan sepihak, tanpa pemberitahuan kepada masyarakat umum pemilik kartu tersebut. "Salah satu contohnya yang jadi korban itu saya, sewaktu masuk rumah sakit tidak mendapat perawatan medis. Padahal saya sangat berharap dengan kartu itu bisa dirawat. Nanti diberikan dana deposito baru dilayani. Bukan cuma saya ada beberapa pasien yang mengeluh serupa," ujarnya.

Voucke mempertanyakan, penyaluran dana kesehatan untuk  Kartu KIS BPJS kesehatan dikemanakan. Sebab, sejumlah warga Pemegang Kartu KIS sudah diblokir Pemerintah Kota Manado.

"Pemerintahan Kota Manado saat ini bukan mensejahterakan rakyat. Justru lebih membuat rakyat menderita. Contoh saja pemblokiran Kartu KIS di bidang kesehatan padahal kesehatan  sangat urgen. Saya siap bertanggungjawab apa yang saya sampaikan, karena saya alami sendiri ini fakta dan nyata, bukan hoaks, " ujarnya.

Voucke mengatakan, untuk mendapatkan pelayanan medis dirinya terpaksa merogoh kocek senilai Rp 500 ribu sebagai dana deposito. Sebab kalau tidak demikian tidak mendapatkan perawatan pengobatan medis. "Saya coba membayangkan bisa pasien yang datang mengandalkan kartu Indonesia sehat,. Terus sdh terblokir. Bagaimana mereka mau membayar biaya pengobatan. Susah kebijakan Pemerintah Kota Manado seperti ini," tegasnya.

Menurut Voucke, bukan saja dirinya yang mengalami nasib seperti ini. Ada sejumlah warga yang antri menanyakan hal itu di BPJS Kesehatan Manado. "Maaf Pak saya hanya menginput data yang diterima dari Dinas Kesehatan Manado, nama Bapak pada kartu KIS BPJS sudah terblokir sejak akhir September 2021. Begitu juga dengan nama anak banyak, kalau istri bapak masih tercantum namanya,"  kata Merry seorang petugas di counter 2 Kantor BPJS Manado, saat dikonfirmasikan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Manado, Marini Kapoyos ketika dihubungi terpisah di ruang kerjanya, mengatakan, Dinas Kesehatan Manado tidak mengetahui validasi data warga yang memegang Kartu Indonesia Sehat/  BPJS Kesehatan.

"Pak, kami di dinas kesehatan tidak tahu menahu soal validasi data tersebut. Itu urusan Dinas Sosial. Data yang kami ajukan ke BPJS Kesehatan, itu sesuai dengan data dari Dinas Sosial. Soal ada pemblokiran itu bukan kesewenangan kami," katanya.

“Untuk verifikasi data, itu sesuai kebijakan Pemerintah Kota, sebab ada pada KIS namanya masih tercantum tapi orangnya tidak tinggal lagi di Kota Manado," jelasnya.

Menjawab pertanyaan, kenapa sejumlah nama KIS/BPJS Kesehatan diblokir, menurutnya, pemblokiran itu hanya sementara saja. "Ada sekitar 4.000 nama warga Kota Manado  yang masuk daftar tunggu untuk mendapatkan BPJS kesehatan Perintah.  Ya..Kalau nama bapak (Voucke) pada Kartu BPJS Kesehatan mungkin terblokir karena kesalahan ketik. Kami Dinas Sosial juga mendapat data ini dari  kelurahan," kilahnya. (tim ms)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors