JELANG NATAL, KRISIS LISTRIK TEROR SULUT
Manado, MS
Krisis listrik ancam Sulawesi Utara (Sulut). Gangguan pada mesin pembangkit LMVPP (Leasing Marine Vessel Power Plant) Karadeniz, diduga jadi pemicu. Kapal pembangkit listrik berkapasitas 120 MW yang berada di perairan Amurang, disebut-sebut sempat terbakar.
Perayaan Natal di Nyiur Melambai kans terusik. Warga mulai bereaksi. Itu menyusul pemadaman listrik yang mulai diberlakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulutenggo. Bola panas sasar salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.
Pemerintah Provinsi Sulut juga didesak bersikap dalam mengantisipasi ancaman krisis listrik tersebut. Mengingat, ibadah-ibadah Pra Natal sudah mulai dilakukan oleh organisasi-organisasi gereja di Sulut. “Kami minta PLN tidak lagi memberlakukan pemadaman listrik. Karena ini sudah dalam masa-masa perayaan Ibadah Pra Natal. Dan umumnya Ibadah Pohon Terang dilakukan pada malam hari. Kalau lampu padam, itu sangat mengganggu jalannya ibadah,” ujar Micky Sumolang, salah satu Ketua Pemuda GMIM di Langowan.
“Kami dengar info, ada kerusakan di kapal pembangkit listrik di Amurang. Kalau benar, itu harus segera diperbaiki secepatnya. Jangan sampai itu mengganggu umat Kristiani di Sulut yang akan merayakan Hari Kelahiran Tuhan Yesus di bulan Desember mendatang,” timpalnya.
Tak itu, Pemprov Sulut juga diminta untuk tidak tinggal diam. “Pemprov sebagai perwakilan pemerintah pusat didaerah juga harus bersikap. Harus segera lakukan langkah antisipatif dan mendorong PLN agar bisa menjamin Sulut akan terhindar dari krisis listrik jelang perayaan Natal ini,” tandasnya.
Selaras diungkap Jonathan Rantung, salah satu aktivis pemuda Tondano. Listrik dinilai merupakan kebutuhan yang sangat vital dari masyarakat. Terutama jelang perayaan Natal. “Sedangkan hari biasa saja semua warga butuh listrik. Apalagi jelang Natal. Banyak ibadah pra-pra Natal yang sementara dan akan dilaksanakan umat Kristiani di Sulut. Jadi sudah sepatutnya tidak boleh dilakukan pemadaman listrik,” lugas salah satu komisi Pemuda GMIM di Zaitun Sumalangka Tondano itu.
“Jangan sampai kekhusukan Natal di Sulut akan terusik dengan pemadaman listrik. Itu bisa memunculkan reaksi-reaksi negatif dari masyarakat. Jadi kami minta PLN dan Pemprov untuk segera melakukan langkah-langkah antisipatif dalam mencegah krisis listrik terjadi jelang Natal,” tambahnya.
Terkait dengan kerusakan Pembangkit LMVPP Karadeniz, pemerintah dan PLN juga dinilai harus mengevaluasi perusahaan tersebut. “Kan mereka dikontrak oleh pemerintah. Harusnya mereka harus bisa cepat mengantisipasi bila terjadi kerusakan. Supaya tidak berlarut-larut perbaikannya, karena berimbas itu kepada masyarakat,” ketusnya. “Berarti perusahaannya juga mesti dievaluasi. Jangan sampai peristiwa serupa terulang kembali,” tandasnya.
LEGISLATOR SULUT IKUT BEREAKSI
Nada keras juga datang dari Legislator Gedung Cengkih. PLN Sulutenggo didesak untuk bisa menjamin Sulut bebas dari krisis listrik jelang Perayaan Natal.
“Ini sudah kami ingatkan kepada PLN dalam setiap rapat atau hearing bersama di DPRD. Fraksi Golkar selalu sampaikan, jangan sampai adanya pemadaman listrik dalam acara-acara keagamaan. Apalagi jelang Natal seperti ini. Banyak ibadah Pra Natal yang dilaksanakan oleh gereja-gereja, organisasi-organisasi gereja dan organisasi kemasyarakatan,” sembur Sekretaris Komisi III DPRD Sulut, Eddyson Masengi.
“Apalagi PLN selalu bilang ketersediaan listrik di Sulut sudah surplus. Seharusnya tidak ada lagi pemadaman-pemadaman listrik seperti sekarang ini. Ini masyarakat sudah mulai mengeluh. Disana sini ada pemadaman,” semprot politisi Golkar itu.
Terkait kerusakan pada Kapal pembangkit listrik di LMVPP Karadeniz yang menjadi salah penyebab terjadi pemadaman listrik, dimentahkan Masengi. “Itu bukan jadi alasan. Kan katanya listrik kita sudah surplus. Kalau memang ada trouble, harus segera diperbaiki dan tidak harus terjadi pemadaman berulang-ulang seperti sekarang ini,” ketusnya lagi. “PLN tidak boleh terlalu banyak beralasan. Dari waktu lalu masalah listrik di Sulut ini tidak pernah selesai,” sambungnya.
Visi, misi dan program dari Pemprov, khususnya dari Gubernur untuk meningkatkan ekonomi dan industry di Sulut, dinilai juga akan ikut terusik dengan krisis listrik yang mulai kembali mendera Sulut. “Kalau pemadaman masih terus berlangsung seperti ini, jelas sangat berpengaruh terhadap sektor usaha dan perdagangan. Setiap saya lewat di Jalan Samrat listrik padam. Padahal itu kawasan bisnis. Pemprov juga harus bersikap dalam hal ini,” terangnya.
“Kami minta PLN untuk secepatnya mengatasi masalah listrik di Sulut. Jangan sampai ini akan berlangsung sampai Natal. Itu akan mengusik kekhusukan umat Kristiani di Sulut dalam merayakan Natal,” lugas Eddyson.
Tak hanya itu, ia pun akan mendorong DPRD untuk kembali memanggil hearing Direksi PLN Sulutenggo bila pemadaman listrik masih terus berlangsung. “Kalau masih mati-mati lampu, kita akan hearing PLN Sulutenggo,” pungkasnya.
DIRESPON PEMPROV, MANAJEMEN PT KARADENIZ POWERSHIP MINTA MAAF
Bak gayung bersambut, Pemprov Sulut langsung merespon aspirasi warga dan legislator terkait, masalah pemadaman listrik yang diakibatkan oleh kerusakan pada Kapal pembangkit listrik di LMVPP Karadeniz.
“Ini sudah kita sampaikan kepada PLN. Kami telah minta kepada PLN untuk segera berkoordinasi serta segera menuntaskan persoalan yang mendera kapal penyuplai listrik untuk Sulawesi Utara dan Gorontalo itu. Supaya mesin pembangkit listrik itu bisa kembali beroperasi secara normal,” ujar Kepala Biro (Karo) Pemerintahan dan Humas Dr Jemmy Kumendong saat dikonfirmasi harian ini via telepon, Senin (26/11) malam.
Pemprov pun mengaku ikut keprihatinan atas insiden yang terjadi kapal LMVPP. Mengingat kapal pembangkit listrik itu ikut mensuplai listrik di Sulut. "Yang pasti ketika ada hal-hal seperti itu, ada SOP (Standar Operasional Prosedur). Dari Pemprov sudah sampaikan ke PLN soal insiden itu,” terangnya.
“Cuma, itu memang kapal sewaan. Kita berharap kapal permasalahan teknis itu segera diatasi secepatnya agar bisa kembali berfungsi secara normal. Apalagi ini menjelang Natal dan Tahun Baru," sambungnya.
“Yang pasti Pemprov akan selalu berkoordinasi dengan PLN dan akan mendorong agar tidak terjadi pemadaman listrik jelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” tandasnya.
Pihak direksi PT Karadenis Powership Indonesia, sendiri telah menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik yang sempat terjadi, sejak Minggu (25/11). Pihak perusahaan mengakui Kapal pembangkit listrik di LMVPP Karadeniz sempat mengalami gangguan.
Pembangkit listrik berkapasitas 120 MW disebut sempat mengalami trip. Atas gangguan tersebut telah menyebabkan terhentinya suplai listrik tegangan 150 kV di Sulut dan Gorontalo. Sehingga sebagian pelanggan di Sulut mengalami pemadaman.
“Kami minta maaf atas adanya gangguan sistem interkoneksi listrik di Sulut sehingga mengakibatkan adanya pemadaman listrik di sebagian pelanggan di Sulut. Itu dikarenakan mesin pembangkit LMVPP mengalami trip pada Minggu pagi sekitar pukul 09.28 Wita,” ungkap Direktur Regional Asia PT Kar Powership Indonesia, Mehmet Ufuk Berk, Senin (26/11) kemarin.
Pun begitu, Ufuk menyatakan proses penormalan sudah sementara dilakukan. "Saat ini proses penormalan dilakukan dengan mengirim tegangan secara bertahap kembali dari Sulawesi Utara ke Gorontalo. Pada pukul 10.24 WITA PLN berhasil mengirim tegangan pada sebagian besar GI yang ada yaitu,GI Kawangkoan, GI Tomohon, GI Ranomuut, GI Bitung, GI Likupang,GI Teling, GI MSM, GI Sawangan, GI Lopana, GI Amurang, dan GI Otam, pengiriman tegangan dilanjutkan ke GI Lolak hingga Gorontalo," terangnya.
Lanjutnya, paralel dengan penormalan di sistem kelistrikan 150 kV, PLN saat ini juga melakukan penormalan di sisi jaringan distribusi ke pelanggan-pelanggan. "PLN memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan pelanggan yang saat ini mengalami padam, Kami memohon doa dan support agar gangguan ini dapat segera kembali teratasi," tandasnya.
Diketahui, aliran listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo, Minggu (25/11) kemarin, sempat padam. Ibadah di semua gereja, sempat terganggu. Keluhan jemaat yang tengah beribadah pun sempat menyembul.
Belum habis keterkejutan pemadaman di tengah jam ibadah, muncul isu, kapal Karadenis milik PT Karpowership, terbakar. Kabar itu diikuti dengan beredarnya video yang memuat gambar kapal Karadeniz dipenuhi asap.
Dalam video tersebut, asap pekat keluar dari bagian depan atas kapal. Asap tersebut seperti ditimbulkan suatu kebakaran besar. Kendati demikian, tidak ada api yang terlihat keluar bersamaan dengan asap tebal tersebut.
Sementara, 6 cerobong yang biasanya tak terlihat asap, kini sudah muncul asap. Warga yang melihat kejadian itu kaget. Namun, tak ada satupun orang di luar kapal itu yang mengetahui penyebab munculnya asap tebal pada kapal milik pengusaha dari Turki itu.
Video dugaan kebakaran itu, langsung beredar luas. Itu menambah keyakinan warga bahka kapal Karadenis benar-benar terbakar. Beberapa status di media sosial pun menanyakan kebenaran berita tersebut.
Humas PT Karpowership Indonesia, Novianty, sesaat setelah kejadian, ketika dikonfirmasi, mengaku belum tahu soal kejadian itu. “Bentar ya pak, saya crossceck dulu,” kata Novianty.
Sesaat kemudian dia pun memberikan keterangan resmi. Dalam keterangannya itu, wanita murah senyum itu membantah telah terjadi kebakaran pada kapal bernama lengkap Karadenis Zeyneb Sultan. “Hanya sedikit gangguan,” katanya.
Beruntung, gangguan yang sempat menghebohkan itu segera teratasi. “Sekarang sudah normal kembali,” imbuh Novianty tanpa menjelaskan apa yang terjadi di atas kapal.(sonny dinar/arfin tompodung/rull mantik)














































Komentar