Longsor Terjang Mitra, 4 Rumah di Kalait Rusak


Ratahan, MS

Bencana longsor mulai menerjang daerah Minahasa Tenggara (Mitra). Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, berdampak terhadap aktivitas warga. Sedikitnya 4 rumah di wilayah Kalait Kecamatan Touluaan Selatan terkena dampak tanah longsor. Tak hanya itu, jalan raya di beberapa titik di wilayah yang sama, harus membuat akses transportasi terputus akibat longsor disertai robohnya pepohonan.

Diperoleh informasi, keempat rumah kayu terkena longsor di wilayah Kalait, mengalami rusak berat dan ringan. Namun menjadi tak layak huni dikarenakan kubangan lumpur hasil longsoran masuk hingga ke dalam rumah.

Sedangkan, sejumlah akses transportasi yang terhalang longsoran terjadi di jalan penghubung antara Desa Suhuyon menuju Kalait dengan longsoran tanah disertai pepohonan yang roboh. Hal sama juga terjadi di jalan Desa Kalait menuju Rimba Kalait. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun langsung mengambil langkah membersihkan jalan dengan menurunkan peralatan berat.

Hanya saja sampai kini, dua titik jalan ini masih dalam pengerjaan pembersihan dikarenakan volume longsor yang terbilang besar. “Kita sudah memberikan bantuan kepada pihak keluarga korban, khususnya pada 4 rumah milik warga,” ungkap Kepala BPBD Mitra, Aneke Sumendap, Senin (12/4) kemarin. “Bantuannya berupa pakaian siap pakai dan beberapa bantuan lainnya,” sambung Sumendap.

Sementara, kondisi jalan menurutnya masih dalam pengerjaan pembersihan oleh pihaknya sembari menunggu peralatan besar dalam pengerjaannya. “Sampai tadi, kami masih menunggu bantuan peralatan berat untuk membersihkan jalan. Mudah-mudahan saja akan segera teratasi, karena jalan-jalan tersebut merupakan jalan utama di Kecamatan Touluaan Selatan,” tuturnya.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mewaspadai kondisi cuaca sekarang ini. “Kami berharap warga dapat mewaspadai cuaca ekstrim sekarang ini. Dan segera mengantisipasi ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan, berpeluang terjadi, khususnya mereka yang berada di lereng-lereng perbukitan, termasuk di daerah pesisir pantai,” harap Sumendap.

“Pihak pemerintah desa dan kecamatan pun kami minta agar segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berkompeten terjadi masalah-masalah bencana yang ada,” sambungnya. (recky korompis)


Komentar