Banjir Bandang Namitung, 163 Jiwa Mengungsi

Bencana Hantam Sitaro


Laporan : Haman PALANDUNG

CUACA ekstrem yang mendera Kabupaten Kepulauan Sitaro, mulai berdampak negatif. Bencana alam mendera negeri 47 pulau.

Misalnya di Kecamatan Siau Timur. Angin puting beliung telah menyebabkan dampak yang besar bagi masyarakat. Angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, Senin (30/3), mengakibatkan banjir bandang di Kampung Namitung, Kelurahan Bahu Kecamatan Siau Timur. Sontak, jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Siau Timur dan Kecamatan Siau Timur Selatan sempat terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Material banjir dan tanah longsor berupa lumpur dan bebatuan menutupi akses jalan yang menghubungkan dua arah dari Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur menuju Kecamatan Siau Timur Selatan.

Kondisi itu dipicu oleh cuaca ekstrim berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terjadi sejak pukul 14.00 Wita hingga 16.30 Wita.

Sedikitnya enam bangunan dan sembilan unit sepeda motor milik warga Kelurahan Bahu, Lingkungan V, Kecamatan Siau Timur, rusak akibat terjangan puting beliung.

Akibat terjangan banjir bandang tersebut juga menimbulkan kerugian materil berupa empat unit rumah, satu unit perpustakaan SD GMIST Namitung, satu unit bengkel, dan sembilan unit sepeda motor.

“Beruntung tidak ada korban jiwa pada kejadian itu,” ujar Camat Siau Timur Fabiola Papona yang dimintai keterangan.

Data sementara, kerugian materil yang dialami adalah rumah milik Keluarga Misa-Wangkay yang ditempati 4 orang dalam kondisi rusak ringan. Selanjutnya, rumah milik Keluarga Bohang-Kadir, juga dihuni 4 orang dalam kondisi rusak berat (hilang terbawa banjir bandang). Sedangkan rumah milik Keluarga Angkobus-Soleman yang dihuni 3 orang dalam kondisi rusak ringan. Selanjutnya, rumah milik keluarga Lahutung-Sumual, dihuni 5 orang dalam kondisi rusak ringan. Terakhir, rumah milik Keluarga Sasuwuhe-Lahutung yang dihuni 5 orang juga rusak ringan.

Kerugian lain adalah 1 unit perpustakaan milik SD GMIST PETRA Namitung rusak berat (terbawa dengan banjir bandang). Gedung tersebut juga dihuni 3 orang dari Keluarga Darman Tatipang.

“Satu unit bengkel milik Keluarga Angkobus juga hilang terbawa banjir,” ungkap Papona.

Sekitar pukul 17.30 Wita, masyarakat yang terdampak diungsikan sementara ke Gereja Sondang, Kelurahan Bahu. Proses evakuasi dibantu petugas BPBD, serta aparat TNI/Polri. Total yang mengungsi sekitar 50 kepala keluarga yang terdiri 163 jiwa, baik orang dewasa, anak-anak serta balita.

Di lokasi pengungsian, juga langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Puskesmas Ulu terhadap warga yang menderita sakit.

“Bantuan dari pemerintah melalui BPBD dan Dinas Sosial berupa alat tidur, dan makanan juga sudah tiba di tempat pengungsian,” sebut Papona.

Papona menjelaskan, jumlah warga yang mengungsi di Gereja Sondang sebanyak 33 keluarga dengan jumlah 111 jiwa. Laki-laki dewasa 30 jiwa, perempuan dewasa 42 jiwa, anak-anak 37 jiwa (18 laki-laki dan 19 perempuan). Sementara, untuk balita 2 orang laki-laki dan perempuan.

Selain itu, ada juga yang mengungsi di rumah warga atau keluarga yang dianggap aman sebanyak 17 keluarga dengan jumlah 52 jiwa, yang terdiri dari laki-laki dewasa 13 jiwa, perempuan dewasa 18 jiwa serta anak-anak 18 jiwa. “Ada juga dua balita laki-laki,” pungkas Papona.

Hingga berita ini diturunkan, akses jalan utama dari Kecamatan Siau Timur menuju Kecamatan Siau Timur Selatan sudah bisa dilalui karena alat berat dari Dinas PUPR dibantu BPBD dan masyarakat saling membantu membersihkan jalan dari lumpur bercampur batu dan pepohonan.(*)


Komentar