Pandemi Covid-19, Stok Darah di Sulut Genting


Manado, MS

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus menimbulkan dampak di berbagai sektor. Tak hanya menyulut masalah ekonomi dan sosial masyarakat, pandemi juga ikut berimbas pada sarana prasarana kesehatan. Teranyar, polemik dihadapi Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Utara (Sulut). Imbas Covid-19, stok darah yang tersedia menipis. Jumlahnya dilaporkan tidak mencapai 50 persen.

Problem tersebut diungkap Wakil Gubernur (Wagub), Steven Kandouw yang juga Ketua PMI Sulut. Ia mengakui, pasca pandemi Covid-19, organisasi kemanusiaan ini miliki banyak kendala karena pemenuhan stok darah di daerah ini tidak sampai 50 Persen.

Kandouw pun mengakui pada masa pandemi ini PMI harus menghadapi kendala luar biasa. "Selama tahun 2020, tidak sampai 50 persen. Karena yang memberikan atau yang menyumbang darah drop hampir 60 persen. Ini situasi sangat berbahaya," kata Kandouw kepada awak media di kantor Gubernur, usai menghadiri Rapat Koordinasi PMI Sulut dengan  Wagub Sulut, Selasa (18/1).

"Di satu sisi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah kabupaten/kota banyak mendirikan rumah sakit, tapi ternyata pemenuhan kebutuhan darah masih kurang,” sambungnya.

Ke depan dirinya meminta kepada seluruh komponen masyarakat  termasuk awak media untuk men-drive tentang donor darah ini. “Makanya saya sendiri tiap hari terima, minta orang bantuan untuk sumbang darah. Karena apa? stok darah tidak ada karena covid jadi orang takut datang ke unit transfusi darah untuk menyumbang,” pungkas Wagub. (sonny dinar)

 


Komentar