KASUS COVID-19 DI SULUT ‘MENGGILA’
Manado, MS
Rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut) kian ganas. Grafik kasus positif melonjak tajam. Sejumlah daerah di bumi Nyiur Melambai masuk zona resiko merah.
Angka kasus yang sangat signifikan tersebut nampak dalam data kondisi terkini, Senin (14/12). Terkait zonasi resiko yang dimaksud, daerah Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara dan Tomohon berada di zona resiko merah. Sementara Minahasa, Bitung, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kota Kotamobagu, Kepulauan Sitaro dan Kepulauan Sangihe berada dalam zona orange. Bolaang Mongondow Utara dan Talaud di zona resiko kuning. "Masyarakat bisa mengakses peta resiko ini di situs https://covid19.go.id/petarisiko," jelas Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dr Steaven Dandel.
Dandel juga menepis rumor soal Rumah Sakit (RS) Robert Wolter Mongisidi Teling ditutup karena full. "Kemudian tidak benar RS Robert Wolter Mongisidi Teling ditutup. Sampai sekarang RS tersebut tetap merawat pasien," jelasnya.
Selain itu juga ia menepis beredarnya pesan berantai yang meresahkan bahwa Kota Manado berada dalam zona hitam. Satgas Covid-19 Provinsi Sulut menegaskan, kebijakan penentuan zonasi resiko paparan virus Corona, tidak pernah mengenal adanya zonasi berwarna hitam. Diterangkannya, kalau secara resmi zonasi resiko hanya terdiri dari 4 warna yakni Zona hijau, kuning, orange dan merah.
"Dalam zonasi wilayah resiko Covid-19 kan tidak ada wilayah yang namanya zona hitam. Yang ada hanya hijau, kuning, orange dan merah. Tidak pernah ada istilah hitam dalam zonasi," terang Dandel, Senin (14/12), lewat siaran persnya.
Dia juga menyayangkan, masih banyak masyarakat mengabaikan 3M yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak Aman dan Mencuci Tangan. Padahal itu merupakan satu paket protokol kesehatan yang sangat diperlukan masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19.
Menurutnya, himbauan ini perlu dipatuhi dan dijalankan secara disiplin. Hal itu mengingat langkah ini adalah rekomendasi dari para ahli dan dokter. "Jangan nanti ada Polisi, Satpol PP dan Satgas Covid-19 baru pakai masker dan melaksanakan 3 M. Karena pelaksanaan 3M ini, sebenarnya kan untuk kepentingan diri kita sendiri," ungkapnya.
"Susah juga kalau nanti ada operasi baru pake masker, setelah lewat dari lokasi operasi maskernya dilepas lagi. Berarti kan percuma. Tidak pernah akan bisa memutus mata rantai penularan kalau perilakunya masih begitu," tambah Dandel.
Adapun jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut bertambah 87 kasus baru. Perincian asal kasus. Manado 50 Kasus. Bitung 2 Kasus. Tomohon 7 Kasus. Minahasa 17 Kasus. Minahasa Selatan 1 Kasus. Minahasa Tenggara 2 Kasus. Minahasa Utara 4 Kasus. Kotamobagu 0 Kasus. Bolmong 0 Kasus. Bolmong Selatan 1 Kasus. Bolmong Timur 0 Kasus. Bolmong Utara 1 Kasus. Kepulauan Sitaro 0 Kasus. Kepulauan Sangihe 0 Kasus. Kepulauan Talaud 0 Kasus. Luar Wilayah 2 Kasus.
Sementara itu kasus sembuh bertambah 27 orang. Rinciannya, Minahasa: 6932, 6960, 7160, 7795, 7797, 7786. Tomohon: 6248, 6890. Minahasa Selatan: 6424, 6425, 6426, 6492, 6495, 6516, 6756, 6803, 6815, 6971. Kotamobagu: 7005, 7006, 7016, 7028, 7029, 7030, 7031, 7032, 7116.
Kasus Meninggal bertambah 1 Kasus. Kasus nomor 7913, wanita umur 72 tahun asal Sangihe meninggal di RS di Sangihe tanggal 8 Desember 2020 dengan Pnemonia. Akumulasi, kasus terkonfirmasi positif (+87): 8.058 Orang. Kasus sembuh (+27): 5.963 Orang. Kasus Meninggal (+1): 271 Orang. Kasus Aktif (+59): 1.824 Orang. "Angka Kesembuhan Covid-19 di Sulawesi Utara per 14 Desember 2020 adalah 74% dan Angka Kematian (Case Fatality Rate) sebesar 3,36%. Kasus aktif sebesar 22,64 %," beber Dandel lagi.
Khusus data kasus Covid-19 secara nasional, pemerintah memperbaharui informasi perkembangan kasus harian Covid-19 pada Senin (14/12). Berdasarkan data yang dibagikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin sore, tercatat ada 5.489 kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Data tersebut terhitung sejak pukul 12.00 WIB Minggu (13/12) hingga pukul 12.00 WIB Senin kemarin. Dengan demikian, secara akumulatif ada 623.309 kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga saat ini.
Adapun jumlah penambahan ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 42.006 pesimen dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data tersebut, kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 32 provinsi. Dengan demikian, ada dua provinsi yang tidak melaporkan adanya kasus baru Covid-19 yakni Jambi dan Maluku. Dari data tersebut, tercatat pula lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi.
Kelima provinsi itu yakni DKI Jakarta (1.506 kasus baru), Jawa Tengah (979 kasus baru), Jawa Timur (713 kasus baru), Jawa Barat (600 kasus baru) danSulawesi Selatan (295 kasus baru). Adapun penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 510 kabupaten kota yang berada di 34 provinsi. Kemudian, pemerintah mencatat, ada penambahan 5.121 pasien yang telah dinyatakan sembuh. Dengan demikian, total pasien sembuh dari Covid-19 ada 510.957 orang. Selain itu, ada penambahan 137 pasien yang tutup usia setelah sebelumnya dinyatakan positif virus corona maka jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 hingga saat ini menjadi 18.956 orang.
Adapun data sebaran kasus baru Covid-19 di 32 provinsi hingga 14 Desember 2020 didalamnya DKI Jakarta 1.506 kasus baru, Jawa Tengah 979 kasus baru, Jawa Timur 713 kasus baru, Jawa Barat 600 kasus baru, Sulawesi Selatan 295 kasus baru, Banten 138 kasus baru, Kalimantan Timur 116 kasus baru, DIY 111 kasus baru, Kepulauan Riau 97 kasus baru, Kalimantan Utara 88 kasus baru, Sumatera Utara 87 kasus baru, Sulawesi Utara 87 kasus baru, Riau 78 kasus baru, Lampung 78 kasus baru, Bali 77 kasus baru, Kalimantan Tengah 73 kasus baru, Sumatera Barat 54 kasus baru, Sumatera Selatan 48 kasus baru, Kalimantan Selatan 48 kasus baru, NTB 47 kasus baru 21, Sulawesi Tengah 46 kasus baru, Papua 31 kasus baru, Bengkulu 28 kasus baru, Gorontalo 15 kasus baru, Bangka Belitung 13 kasus baru, Kalimantan Barat 11 kasus baru, Maluku Utara 9 kasus baru, Papua Barat 6 kasus baru, Aceh 4 kasus baru, Sulawesi Barat 3 kasus baru, Sulawesi Tenggara 2 kasus baru, NTT kasus baru.
KAPOLDA WARNING PELANGGAR PROTOKOL
Gaung himbauan dilayangkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut, Irjen Pol RZ Panca Putra. Dirinya meminta untuk masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Pihaknya tidak segan menindak bagi pelanggar aturan ini.
Ungkapan tersebut disampaikan Kapolda saat melakuan tinjauan terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) Boltim yang saat ini memasuki pleno terbuka. Pada kesempatan tersebut dirinya sekaligus meninjau penerapan protokol tetap (Protap) kesehatan Covid-19 pada pelaksanaan Pilkada di Boltim.
"Kami sudah berkali-kali mengimbau kepada masyarakat menyampaikan kepada media massa dan teman-teman semuanya kita mengimbau tidak usah berkumpul, apalagi dalam penetapan, saya berharap tidak usah menunjukkan euforia kemenangan yang berlebihan apalagi dengan berkumpul dan melakukan arak-arak," tegasnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya secara tegas melarang dan tidak mengizinkan adanya kerumunan. Hal itu karena berkaitan dengan penyebaran Covid-19 yang sedang ditekan bersama-sama. "Dan kalau pun ada pelanggaran, saya sudah tegas menyampaikan kepada teman-teman unsur TNI (tentara nasional Indonesia) juga kita akan bubarkan arak-arakan atau pengumpulan massa. Ayo kita jaga supaya daerah kita ini bebas dari Covid-19," tegasnya.
Menurutnya, yang paling penting dari semua ini meminta dan mengimbau kepada masyarakat, tidak usah berkerumun menyaksikan pleno. Nantinya dengarkan saja melalui saluran siaran langsung yang telah difasilitasi oleh KPU di media sosial. "Maka ke depan kita berharap penyebaran Covid-19 itu tidak semakin meninggi menyebar di wilayah kita dan pelaksanaan Pilkada tahun 2020 berjalan dengan sukses," ujarnya.
PEMERINTAH INTENS DORONG MASYARAKAT TAAT PROTOKOL
Gerak sosialisasi tentang penerapan protokol Covid-19 juga kerap didorong pemerintah. Sejumlah kegiatan untuk mengajak masyarakat mengikuti ketentuan itu dibuat. Seperti gerakan Sulut bermasker.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terus mengajak dan mengingatkan masyarakat Sulut agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Itu dengan meminta menerapkan yang disebut dengan 4M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan. Selain itu pula berharap agar semakin mengintenskan Testing (tes), Tracing (penelusuran) dan Treatment (perawatan), dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.
Upaya tersebut pula nampak dengan dibuatnya kegiatan pencanangan Gerakan Sulut Bermasker. Hal tersebut digelar pada 4 Desember 2020 yang dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Di sejumlah kesempatan pula Gubernur Sulut, Olly Dondoambey terus menyentil terkait dengan kondisi Covid-19 di Sulut. Dirinya sangat berharap masyarakat Sulut ada dalam lindungan Tuhan ketika menghadapi wabah virus corona ini. “Saya kira di masa-masa pandemi ini ada banyak hal dan tantangan yang kita hadapi dalam rangka menyambut hari Natal Yesus Kristus kita juga menghadapi tantangan-tantangan pada Covid-19 ini. Tetapi karena Tuhan selalu menyertai kita, kita percaya bahwa apapun yang kita jalani hari ini tentunya di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya. (tim ms/kompas)













































Komentar