Diterpa Fitnah, Dukungan CEP-Sehan Bertambah

Paruntu: Ada yang Tidak Perlu Ditanggapi


Laporan: servi maradia

Serangan hoax jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) kian menjadi. Pasangan calon (paslon) Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-Sehan) ikut kena imbas. Di pemilihan gubernur (Pilgub) ini, keduanya dinilai menjadi sosok yang paling banyak terdampak fitnah dan celaan.

Pengamat politik Sulut, Josef Kairupan, Minggu (29/11) lalu menyampaikan bahwa fitnah itu menjadi bagian dari ‘Black Campaign’. "Jika paslon CEP-Sehan difitnah, biarkan saja, tidak usah balas. Justru Black Campaign itu menjadi suatu metode terbaru untuk menaikan elektabilitas," jelas Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Ia berpendapat, saat ini publik akan menilai kebenaran substansi fitnah tersebut. "Era revolusi industri 4.0, telah membuka ruang akses informasi seluas-luasnya, sehingga dengan satu gerakan jari substansi fitnahan itu bisa diklarifikasi, menggunakan smart phone. Dimana hampir semua lapisan masyarakat telah memilikinya," ujar Kairupan.

"Asalkan kubu yang diserang fitnah tersebut tidak balik menyerang dan saling serang. Hal ini justru akan menimbulkan rasa simpati publik," katanya.

Sementara, Tetty Paruntu mengatakan, beragam isu, hoax dan fitnah yang ditujukan pada Paslon CEP-Sehan, memang ada yang perlu ditanggapi dan diluruskan. Ini karena ketidaktahuan atau mereka ingin lebih mengenal profil Paslon CEP-Sehan, tapi ada juga yang tidak perlu ditanggapi.

"Setiap tim Paslon saling berlomba menjual visi, misi dan program masing-masing, berkreasi untuk menjaring simpati masyarakat dalam upaya mendulang suara. Namun apabila sudah menyasar pada Hoax, fitnah dan lainnya yang tidak bisa dibuktikan, tentu mereka sendiri yang akan terjebak dalam persaingan yang tidak sehat," terang Tetty.

Ia pun mengingatkan kalau Pilkada itu sifatnya sementara sampai tanggal 9 Desember nanti. Namun sangat penting untuk selamanya menjaga situasi Sulut agar tetap aman, damai dan kondusif.

Untuk diketahui, meski paling sering diserang fitnah dan Hoax, namun saat ini popularitas Paslon CEP-Sehan dengan program yang pro rakyat makin meroket dan telah melampaui popularitas petahana dalam Pilkada Sulut 2020. (*)




 


Komentar