Perkuat Ketahanan Pangan di Bumi Porodisa

E2L-Mantap Canangkan Penanaman 1.000 Hektar Jagung


Melonguane, MS

Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan ditengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud mengambil langka melalui program penanaman 1.000 hektar Jagung. 

 

Jumat (16/10), Bupati Elly Engelbert Lasut  (E2L) dan Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga (Mantap) melakukan penanaman serentak bibit jagung di Desa Bantane, Kecamatan Rainis. Penanaman jagung ini nantinya diikuti oleh seluruh wilayah yang sudah menyiapkan lahan untuk ditanami.

 

Diketahui, E2L-Mantap tiba dilokasi dengan mengendarai sepeda. Kedua pemimpin Porodisa ini selanjutnya disambut secara adat dan langsung menuju tempat pencanangan yang sudah disiapkan.

 

"Kita berdoa kepada Tuhan agar supaya langka kita hari ini bisa menjadi langka yang nyata. Dimana banyak dugaan prediksi tentang kesulitan ekonomi akibat Pandemi Covid-19 yang menghadang didepan. Hari ini saudara-saudara dengan langka program ketahanan pangan di Kabupaten Kepulauan Talaud kita canangkan penanaman jagung. Mulai saat ini seluruh warga masyarakat didorong menanam jagung untuk mengatasi kesulitan ekonomi demi kesejahteraan. Semoga Tuhan memberkati Kabupaten Kepulauan Talaud. Kita tanam jagung ini dengan semangat sansiote-sampate pate," ucap E2L di lokasi pencanangan.

 

Pada kesempatan itu pula bupati mengatakan bahwa perekonomian di Kabupaten Talaud ini 42 persen dikontribusikan oleh sektor perikanan dan pertanian. Yang artinya sekitar 400 miliar berasal dari dua sektor tersebut. "Coba dibayangkan saudara-saudara jika ini berhasil 10.000 ton didapatkan dengan harga Rp4.000, kita bisa mendapatkan keuntungan Rp400 miliar hanya dalam beberapa bulan saja. Artinya bahwa itulah putaran ekonomi untuk satu tahun Kabupaten Talaud. Jadi, saudara-saudara sekalian jika ini kemudian dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh masyarakat, sambil berdoa dan meminta berkat dari Tuhan, maka rencana kita akan berhasil," katanya.

 

Ia mengatakan, jika kita berhasil dengan penanaman jagung kali ini, itu artinya kita akan mampu survive hanya dengan satu program saja. "Misalnya kalau saya adalah jenderal maka yang saya siapkan adalah amunisinya. Itu namanya strategi perang. Sehingga sebagai seorang jenderal saya harus mensejahterakan para prajurit saya agar bisa makan. Yang dalam hal ini prajurit yang saya maksud adalah masyarakat yang ada di Talaud tentunya ini untuk maju menghadapi resesi ekonomi sehingga inilah salah satu langkahnya. Saya yakin tahun ini dan tahun depan Kabupaten Talaud juga akan tahan pangan," katanya.

 

Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga saat ditemui Media Sulut, usai kegiatan pencanangan mengatakan, program ketahanan pangan ini merupakan program unggulan pemerintahan E2L-Mantap dengan menyiapkan 1.000 Hektar untuk penanaman jagung. "Tanaman ini dari sisi ekonomi akan mengangkat pendapatan masyarakat di Talaud. Harusnya masyarakat memahami program ini bukan sekedar diperintahkan kepala daerah, bukan itu. Tetapi, ini harusnya menjadi kebutuhan petani untuk menanam jagung. Karena tiga bulan saja  bisa mendapatkan puluhan juta. Kita satu hektar saja bisa mendapatkan 40 juta dalam kurun tiga bulan, biayanya sedikit. Jadi program ini memperkuat ketahanan pangan di Talaud," ujar Parapaga.

 

Dandim 1312/Talaud Letkol Czi Irwan Guptarochman, Kajari Kepulauan Talaud Agustiawan Umar, Ketua Dewan Adat Talaud yang juga Plt Sekwan Arvan Bawangun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ordik Rompah, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Selny Papalapu, Camat Rainis M Mangkey, Kapolsek Rainis, Danramil Rainis, tokoh agama, tokoh adat serta masyarakat setempat hadir dalam giat tersebut. (jos tumimbang)


Komentar