Bawaslu Sulut Minta Setop Mobilisasi Massa

Paslon dan Parpol Harus Patuh Aturan


Manado, MS

Gaung peringatan tak henti dilayangkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut). Teranyar, pasangan calon (paslon) diajak untuk menghentikan gerakan mengundang massa. Keselamatan orang lain diminta jadi prioritas semua peserta pemilihan kepala daerah (pilkada).

Reaksi tegas itu disampaikan pimpinan Bawaslu Sulut, Kenly Poluan. Ia mengatakan, yang harus dikoordinasikan adalah protokol Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) wajib dilaksanakan. Bawaslu Sulut telah mengirim surat himbauan pada parpol dan paslon gubernur dan wakil gubernur untuk melaksanakan protokol kesehatan. Begitu pula dengan pedoman pembatasan sosial berskala besar dalam pencegahan serta pengendalian Covid-19 selama pelaksanaan kegiatan penetapan paslon dan pengundian nomor urut paslon.

“Kami harap nantinya semua harus mematuhi dan tidak melanggar protokol kesehatan. Parpol dan Paslon jangan membawa massa pendukung dalam penetapan dan pengundian nomor urut di KPU. Sama-sama kita jaga kondusifitas keamanan dan ketertiban,” tegas Kenly saat Bawaslu Sulut menggelar rapat Koordinasi Pengawasan bersama stakeholder dalam rangka persiapan Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020, di Hotel Grand Puri Manado, baru-baru ini.

Menurutnya, walaupun disebut kedatangan massa karena dilakukan secara inisiatif namun baginya kalau tidak diajak pasti mereka tidak akan datang. "Dalih idola itu tidak usah kita debatkan. Kita sudah paham," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dalam situasi seperti ini semua harus menimbulkan perspektif yang sama. Ini demi kepentingan hajat hidup orang banyak untuk menyelamatkan pelaksanaan pilkada itu sendiri. Dijelaskannya, kepentingan kesehatan masyarakat bukan hanya tanggung jawab Bawaslu. Tidak mungkin kemudian pasangan calon melibatkan pendukung yang membuat mereka rentan terkena covid. "Masa kita melibatkan pendukung kita yang rentan. Kita tidak ingin pendukung kita terkena covid. Kita tentu tidak menginginkan itu. Kalau kita selamat, pilkada tidak timbulkan kluster baru maka pilkada kita akan baik," jelasnya. (arfin tompodung)


Komentar

Populer Hari ini






Sponsors

Sponsors