Coklit Warga Positif Covid dan Lapas Diingatkan Bawaslu


Manado, MS

Roda proses pencocokan dan penelitian (coklit) pemutakhiran data pemilih diperingatkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut). Petugas yang melaksanakannya diharapkan memperhatikan warga wajib pilih di lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Penegasan itu disampaikan Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda. Ia menyampaikan, masyarakat yang ada di Lapas harus dilakukan coklit. Hal itu karena mereka yang berada di sana, tidak tinggal di wilayah sekitar situ melainkan dari daerah lainnya. "Kita berharap terkait pemilih di Lapas itu dicoklit karena mereka itu bukan berasal dari lokasi Lapas itu tapi dari seluruh wilayah Sulawesi," tegas Malonda, baru-baru ini, di tempat kerjanya.

Selain itu menurutnya, perlu juga melakukan coklit kepada mereka yang terpapar positif Covid-19. Terkait hal ini harus ada komunikasi terlebih dulu. "Yang paling penting ini untuk coklit bagi warga yang terpapar positif Covid. Harus dilakukan. Caranya dengan perlu adanya komunikasi," ungkap Malonda.

Berdasarkan pengalaman yang lalu juga ia mengungkapkan, paling banyak bermasalah di daerah perbatasan. Di lokasi-lokasi ini sering kali terjadi konflik. “Ya mudah-mudahan sudah diselesaikan mengenai ini,” tegas Malonda.

Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) diharapkannya dapat memperhatikan daerah-daerah yang berada di perbatasan. Ini agar tidak lagi terjadi problem seperti yang sebelumnya. “Terkahir kan persoalannya di pemilu (pemilihan umum) serentak 2019,” ujarnya.

Penting menurutnya untuk dilihat, terutama wilayah perbatasan yang di antara dua kabupaten kota, hanya satu melaksanakan pemilihan bupati atau walikota. Masalah data pemilih dinilai sangat rawan terjadi. Maka dari itu perlu adanya antisipasi. “Apalagi daerah perbatasan yang satu pemilihan bupati walikota dan satu daerah tidak ada pemilihan bupati walikota cuma pemilihan gubernur. Itu yang potensi konflik,” kunci Malonda.

Diketahui, tahapan coklit pemutakhiran data pemilih telah dimulai sejak tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020. (arfin tompodung)


Komentar