Strategi Olly Kembalikan Kelapa Jadi Primadona

Genjot Produksi , Balit Palma Didorong Kembangkan Bibit Unggul


LAPORAN : SONNY DINAR

Ekonomi petani kepala di Sulawesi Utara (Sulut) kian terpuruk imbas merosotnya harga jual kopra. Kondisi ini kembali memantik reaksi pemerintah. Strategi peningkatan produksi kelapa di Tanah Nyiur Melambai digenjot. Pengembangan bibit unggul dinilai merupakan solusi terbaik. Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan berupaya menyiapkan ratusan hektar lahan untuk peremajaan kelapa.

Pembahasan ini terangkat dalam rapat antara Gubernur Olly Dondokambey dengan Kepala Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) Kementerian Pertanian RI Ismail Maskromo melalui video conference di kediaman Gubernur, Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Senin (22/6) kemarin. Rapat berbasis online ini juga diikuti Kadis Perkebunan Sulut Refly Ngantung, perwakilan Unsrat Deddy Tooy dan Direktur Eksekutif International Coconut Community (ICC) Jelfina Allouw.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly meminta Balit Palma terus mengembangkan bibit kelapa unggul untuk meningkatkan produksi kelapa di Sulut. Menurutnya peremajaan kelapa melalui penanaman bibit kelapa unggul yang mampu berbuah besar dan banyak ketika dipanen dapat meningkatkan perekonomian petani kelapa.

“Tentunya kita harus lakukan perbaikan untuk tanaman kelapa kita agar supaya cost produksinya untuk kelapa ini turun. Kalau dulu satu kali nae tiga oki itu orang dapat 30 butir. Sekarang nae kalapa tinggal satu setengah oki yang ada. Jadi biaya manjatnya ini udah tidak bisa menutupi karena harga kelapa yang turun tidak bisa menutupi biaya produksi,” kata Olly.

Karenanya, Olly optimis jika program pengembangan bibit kelapa unggul tuntas maka tanaman kelapa kembali menjadi primadona di Sulut. “Saya kira kalau ini kita bisa tuntas, saya kira kelapa menjadi primadona lagi di Sulut misalnya Balit Palma sudah punya bibit-bibit unggul yang bisa kita kembangkan cara pembibitannya ini yang harus kita dorong,” ungkapnya.

Disamping itu, orang nomor 1 di Bumi Nyiur Melambai juga menerangkan bahwa Pemprov Sulut berupaya menyediakan lahan ratusan hektar untuk mendukung penuh pengembangan kelapa. “Dukungan dari pemerintah provinsi kan jelas bahwa kami sementara bernegosiasi dengan Menteri BUMN yang PTPN 14 untuk kita ambil alih lahannya nah itu kalau pemerintah yang pegang kita akan kasih ke Balit Palma 100 hektar dan 100 hektar itu ke Unsrat kan begitu untuk baperson pariwisata yang ada di KEK Pariwisata jadi 200 hektar itu penggunaannya untuk penelitian kelapa, itu komitmen kita nggak pernah keluar dari situ,” urai Olly.

Olly juga mengharapkan keseriusan Balit Palma untuk mengembangkan kelapa di Sulut sehingga peranan Balit Palma dapat dirasakan seluruh masyarakat Sulut. “Bagaimana Balit Palma melakukan penelitian sehingga masyarakat di Sulut betul-betul merasakan perannya,” tandas Olly.

Lebih lanjut, Gubernur Olly juga menerangkan bahwa selain mengembangkan kelapa, dirinya tengah berupaya meningkatkan pemasaran kelapa dengan mendorong jalur pemasaran internasional melalui Manado dan Bitung untuk mengurangi biaya transportasi.

“Masalah pemasaran kita distribusi kita masih selalu harus ke Jawa tidak lewat laut, tugas saya supaya jalur Bitung Manado ini Internasional sana bisa dibuka secara seluas luasnya sehingga produk kelapa ini mendapatkan nilai tambah yang lebih karena sampai saat ini memang nilai tambah buat para petani kelapa belum dirasakan secara maksimal karena pertama dikenakannya PPN 10% hasil-hasil pertanian sehingga banyak harganya menurun kedua biaya transportasi masih mahal dan harus ke Jawa dulu baru naik lagi keatas, kendala-kendala itu kan. Nah itu yang harus kita lakukan supaya betul-betul kelapa itu dapat dirasakan secara langsung seperti dulu lagi,” tutup Olly. (***)


Komentar