Harga Gula dan Cabe di Bolsel Meroket


Bolaang Uki, MS

Efek wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus menerpa sektor ekonomi. Situasi ini turut dialami masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Harga cabe dan gula di daerah ini kian menanjak.

Munculnya Virus Corona membuat sejumlah kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikkan di Bolsel. Meskipun kenaikkan dianggap belum terlalu signifikan, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), diharapkan harus melakukan langkah antisipasi.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop-UMKM) Bolsel Alsafry Kadullah. Menurut dia, dari data yang dirilis oleh pihaknya, ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikkan. “Seperti gula, dari biasanya hanya Rp8 ribu sampai Rp12 ribu perkilonya, kini mengalami kenaikkan hingga Rp20 ribu. Ada juga minyak kelapa mengalami kenaikkan tetapi tidak terlalu siginifikan, termasuk daging ayam dan telur perbak-nya,” ungkap Alsyafri, Rabu (8/4) kemarin, di tempat kerjanya.

Begitu juga lanjutnya, untuk bahan pokok seperti merica, bawang dan lainnya. Kini harga bawang merah berada di kisaran Rp45 ribu. Serupa pula dengan bawang putih dengan besaran Rp50 ribu perkilo (selengkapnya lihat grafis, red). “Harga ini masih dikategorikan normal, karena tidak ada kenaikkan pasca penanganan Covid-19,” ungkap Alsyafri.

Dia menceritakan, untuk harga merica, yang mengalami kenaikkan adalah cabe rawit. Dimana, dari harga sebelumnya sebesar Rp70 ribu perkilo, kini mengalami kenaikkan sampai Rp80 ribu perkilo. Berbeda dengan cabe keriting yang harganya tetap stagnan di angka Rp35 ribu perkilo. “Intinya, meski ada kenaikkan, namun harga bahan pokok ini dianggap masih wajar dan normal,” kuncinya. (Hendra Damopolii)

 

 

 


Komentar