10 Kasus HIV/AIDS Terdeteksi di Talaud
Penderita human immunodeficiency virus (HIV) Acquired Immune Deficiency (AIDS) terus ‘bergentayangan’ di Kabupaten Kepulauan Talaud. Dinas Kesehatan mendeteksi, tahun 2019 penderita penyakit mematikan ini mencapai angka 10 kasus.
Sementara, sesuai data untuk 3 tahun terakhir 2017 hingga 2019 ada 22 orang penderita HIV/AIDS. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, dr. Kerry Monangin melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Penyakit Menular Paulus Larumpaa mengatakan, setelah diskrining, bertambahnya orang dengan HIV/ AIDS untuk tahun 2019 ada 10 penderita. Tetapi satu penderita yang telah melalui skrining tidak melanjutkan pemeriksaan ketika dirujuk ke RSUD Prof Kandouw Malalayang Manado untuk tes lanjutan. Artinya hanya 9 yang melanjutkan pemeriksaan.
"Waktu kita bikin skrining di sini, kami menemukan 10 orang positif HIV. Saat kami rujuk ke RSUD Malalayang yang pergi hanya 9 orang. Berarti dalam sistem pencatatan pelaporan nasional, SIHA (Sistem Informasi HIV/AIDS, red) itu yang terlapor cuman 9 orang itu, padahal seharusnya ada 10 orang," kata Larumpaa.
Ia menjelaskan, terjadi kesenjangan angka melalui pendataan terkait jumlah penderita HIV/ AIDS di Talaud. Alasannya, jumlah yang didata tersebut bisa saja meningkat. Hal itu karena masyarakat berisiko melakukan pemeriksaan atau skrining sudah terdeteksi sesuai jumlah saat ini.
"Yang tidak memeriksa belum dipastikan jumlahnya. Kemudian angka tersebut bisa bertambah, karena melalui pendataan aplikasi SIHA secara nasional yang ada di RSUD Prof Kandouw di Manado, akan lebih menunjuk jumlah penderita HIV akan bertambah atau tidak di daerah kepulauan Talaud," katanya.
Diketahui, pada tahun 2017 terdeteksi 6 kasus penderita HIV/ AIDS di lima kecamatan. Kemudian angka tersebut naik lagi menjadi 7 kasus pada tahun 2018 dan 9 kasus di tahun 2019. (jos tumimbang)













































Komentar