OD-SK Serius Perangi Teror HIV/AIDS

Tekad Wujudkan Sulut Provinsi Sehat


Laporan : SONNY DINAR

 

Teror Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Bumi Nyiur Melambai menggila. Dari tahun ke tahun jumlah pengidap bertambah. Kondisi ini tak menyurutkan tekad Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) untuk mewujudkan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai provinsi sehat. Perang terhadap penyakit mematikan ini ditabuh.

 

Kasus HIV/AIDS di Sulut memang mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan Provinsi mencatat ada sebanyak 3.064 kasus HIV dan AIDS yang terdeteksi di 15 kabupaten dan kota. Jumlah itu merupakan data kumulatif selang tahun 1997 - 2018.

Kota Manado jadi daerah dengan jumlah pengidap tertinggi mencapai 347 kasus HIV dan 778 kasus AIDS. Menyusul Bitung sebanyak 271 HIV dan 236 AIDS. Kemudian Kabupaten Minahasa di posisi ketiga dengan 84 kasus HIV dan 286 kasus AIDS.

Data ini juga mencatat hampir semua daerah  di Sulut memiliki pengidap HIV/AIDS, dengan jumlah paling sedikit terjadi di Kabupaten Bolsel yang hanya memiliki 1 kasus AIDS.

Sementara untuk membendung penyebaran penyakit ini, Pemprov Sulut siapkan langkah-langkah strategis. Komitmen itu disuarakan Wagub Kandouw saat Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan HIV/ AIDS dan Narkoba, yang digelar belum lama ini di Manado.

"Tekad kita untuk mewujudkan Sulut sebagai provinsi sehat. Jadi semua yang menjadi potensi membuat indeks kesehatan turun maka langsung diberantas, termasuk HIV/AIDS ini,” katanya.

Kandouw yang juga Ketua PMI Sulut menuturkan keseriusan Pemprov Sulut dalam memerangi HIV/AIDS dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. “Pemerintah tidak bisa sendiri melakukan penanggulangan HIV AIDS, namun harus melibatkan semua pihak, termasuk organisasi keagamaan,” ujar Kandouw.

Lebih lanjut, Wagub Kandouw menyebut meskipun jumlah pengguna narkoba di Sulut menurun hal itu harus tetap diwaspadai karena penggunaan narkoba adalah salah satu penyebab HIV/AIDS yang korbannya tersebar di berbagai kalangan.

“Banyak penghuni penjara terlibat narkoba. Ini adalah isu yang harus diseriusi pihak BNN. Semua komponen masyarakat harus terlibat dalam penanggalan HIV AIDS dan narkoba. Efek dari penyakit tersebut lebih parah dari pada bencana gempa bumi,” kunci Kandouw. (***)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting