Oposisi Pemerintah, PKS Gandeng FPI dan PA 212
PARTAI Keadilan Sejahtera atau PKS mulai membangun ‘kekuatan’. Memposisikan di pihak oposisi, PKS akan merangkul elemen masyarakat guna memperkuat posisi mereka. Teranyar, PKS siap menggandeng Front Pembela Islam (FPI) serta PA 212.
Itu dikatakan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Menurut dia, Hal ini bertujuan untuk mendukung proses check and balances pemerintahan lantaran kekuatan partai koalisi oposisi yang dinilai tak lagi solid.
"Selama semuanya (FPI dan PA 212) sesuai koridor konstitusi kita akan mengajak," kata Mardani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/10).
Selain dari elemen ormas Islam, lanjut Mardani, PKS juga telah berkomunikasi dengan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan juga konsorsium kebijakan publik. "Kami di PKS akan mencoba membangun komunikasi sehingga kita miliki sinergi dan amplifikasi yang baik," jelas Mardani.
Mardani mengamini, secara matematis kekuatan oposisi tidak lagi kuat. Menurut dia, setelah Gerindra dan PAN digadang merapat ke koalisi pemerintahan, juga Demokrat dalam posisi kegamangan, hanya sisa PKS yang masih bertahan di Parlemen dan terus istiqomah untuk berlaku sebagai oposisi.
"Kalau hitung-hitungan kuantitas lemah ya, tapi koalisi oposisi itu di Indonesia cair, boleh jadi sekarang kelihatannya semuanya masuk (koalisi pemerintah) tetapi 3-6 bulan ke depan ketika koalisi gemuk itu tidak terkelola dengan baik, peluang satu persatu pindah ke oposisi itu ada," Mardani memungkasi.
Sementara itu, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, akan ada pertemuan antara dia dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, Rabu pekan depan. Ia mengatakan, Paloh keukeuh ingin berkunjung ke kantor partainya. “Insya Allah direncanakan pekan depan mungkin hari rabu NasDem itu akan hadir ke DPP PKS. Pak Surya Paloh mengatakan ‘dinda saya akan datang membawa 10 orang lah ke DPP PKS’, ketika saya katakan ‘bang saya aja deh yang ke NasDem’, dia bilang ‘gak boleh saya harus datang ke PKS’,” tutur Sohibul menirukan percakapan mereka, saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/10).(merdeka)












































Komentar