Foto: Jabes Ezar Gaghana
Bupati Sangihe Diserang
POSISI Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, SE ME, mulai digoyang. Capaian keberhasilan yang selama ini ditorehkannya, disinyalir jadi pemicu.
‘Serangan’ bagi orang nomor satu di wilayah kepulauan ini, dinilai sangat mengejutkan. Itu di tengah perkembangan dan kemajuan pesat yang mulai terjadi di wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina.
Rupanya aksi tersebut telah diketahui Bupati Gaghana. Kepada media ini, di ruang kerjanya, Rabu (15/5), dia membenarkan hal tersebut.
Gaghana memastikan, upaya sekelompok orang untuk menjatuhkan dirinya, bukan hanya sekedar isu. Menurut dia, hal tersebut sudah menjadi kenyataan yang sementara bergulir saat ini. “Ada sebuah lembaga negara yang menerima laporan tentang saya. Justru, mereka memberitahukan soal laporan tersebut termasuk identitas oknum pelapor," aku Gaghana.
“Saya sudah tahu orang-orangnya termasuk motif mereka yang hendak menjatuhkan saya dari jabatan bupati. Namun, sekuat dan semasif apapun yang mereka lakukan jika tujuanya untuk sesuatu hal jahat, Tuhan pasti tidak akan menghendakinya. Karena, siapa yang menabur pasti dia akan memetiknya,” sambung politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Sulut itu.
Sementara, ketika disinggung apakah dirinya merasa terusik dengan masalah itu, Gaghana menyatakan tidak. Bagi dia, persoalan ini tidak akan mengganggu dirinya dalam menjalankan amanat rakyat sebagai kepala pemerintahan. “Selaku bupati, justru akan lebih memotivasi saya untuk terus berjuang di pusat melakukan lobi-lobi anggaran di sejumlah kementerian agar kemajuan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan kesejahteraan masyarakat terwujud,” tandas dia.
Gaghana hanya heran, karena saat dirinya dengan intens berjuang melakukan berbagai upaya di pusat, justru ada pihak yang berpacu sekuat tenaga ingin menjatuhkannya.
Untuk diketahui, Bupati Gaghana telah menyampaikan persoalan ini kepada seluruh pejabat di lingkup Pemkab Kepulauan Sangihe. Ia mengaku ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan jabatannya sebagai bupati tidak sampai lima tahun.
Meski begitu, Gaghana berpesan kepada pihak-pihak yang memiliki niat jahat kepada dirinya, untuk segera menyadarinya. “Karena apa yang mereka lakukan adalah sebuah langkah keliru, dimana pada suatu ketika masyarakat akan tahu kebenaran yang sesungguhnya,” kunci Gaghana.(tim ms)












































Komentar