Antisipasi Kecelakaan, Pangu Bangun Drainase Jalan Utama


Ratahan, MS

Peningkatan infrastruktur diiringi laju pertumbuhan ekonomi sangat terasa sekarang ini. Namun sejumlah langkah antisipatif yang ditempuh dinilai tak harus menunggu pemerintah dalam pelaksanaannya. Buktinya, tingkat kewaspadaan sekaligus langkah antisipasi masyarakat Pangu Raya Kecamatan Ratahan Timur Minahasa Tenggara (Mitra), tersaji di jalan protokol yang tak lain merupakan kewenangan pihak pemerintah yang lebih tinggi.

Ini dengan dibangunnya drainase sekaligus trotoar untuk pejalan kaki disepanjang jalur utama jalan yang menghubungkan Minahasa-Mitra-Boltim, tepatnya di pemukiman rakyat Pangu Raya, guna menekan adanya kerawanan kecelakaan dalam berlalulintas.

Terpantau, jalur utama hampir satu kilometer itu, awalnya dibangun tanggul selanjutnya dibuatkan drainase dan trotoar. Pekerjaan tanggul sudah dilakukan dan secara bertahap, sementara pembangunan drainase dan trotoar sudah dimulai dari jalan masuk pemukiman desa tersebut.

Dana yang digunakan pun bersumber dari Dana Desa (Dandes) yang diperuntukkan bagi pembanguan infrastruktur desa. Hukum Tua (Kumtua) Desa Pangu, Jaffrey Kawulusan membenarkan jika sejauh ini, akses transportasi sudah begitu ramai lancar, terlebih ketika kawasan ini merupakan jalan trans provinsi.

"Ketersediaan fasilitas bagi pejalan kaki belum tersedia. Sedangkan jalur ini sudah begitu ramai dengan kendaraan. Drainase dan trotoar pejalan kaki menjadi prioritas dengan pertimbangan keselamatan bagi pejalan kaki, sekaligus juga dengan penataan estetika desa," terang kumtua, kemarin.

Sementara, Kumtua Desa Pangu Dua Erwin Kawuwung menyatakan, kebutuhan trotoar sudah menjadi kebutuhan warga, terlebih pihak bupati juga telah menyarankan pembangunannya guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan. "Jadi bisa kita lihat, infrastruktur jalan sudah sangat bagus, diaspal lebar. Sementara kita belum punya fasilitas bagi pejalan kaki. Atas dasar ini kemudian lewat musyawarah desa sekaligus juga didukung bupati, maka kita prioritaskan," katanya.

"Jadi, pembangunannya dilakukan bertahap, mulai dari drainase, selanjutnya pada bagian drainase dibangun trotoar bagi pejalan kaki," sambung kumtua.

Sebelumnya dalam beberapa pertemuan bersama masyarakat Mitra, Bupati James Sumendap ikut menyampaikan kepada warga masyarakat agar keberadaan trotoar harus diperhatikan, terlebih di wilayah jalan trans provinsi yang transportasinya rawan menimbulkan kecelakaan. "Harus kita seimbangkan pembangunan transportasi dan fasilitas bagi pejalan kaki yakni trotoar. Ini juga menyangkut keselamatan. Beberapa desa sudah memulainya dan saya harapkan juga diikuti oleh desa lain yang belum memiliki trotoar," pinta bupati. (recky korompis)


Komentar

Populer Hari ini


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting