Tekan Lonjakan Angka Stunting, Pemkot Manado Berkomitmen
Manado, MS - Stunting yang merupakan kondisi tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya terus menjadi perhatian bersama.
Pemkot Manado seperti disampaikan Wakil Walikota (Wawali) Manado dr Richard Sualang turut meminta memperhatikan kondisi tersebut. Hal tersebut terlontar lewat penyampaian tentang penilaian kinerja penurunan stunting 2023, di The Sentra Hotel Manado, Selasa (30/05/2023).
Menurutnya, Pemkot Manado memiliki komitmen yang kuat untuk menekan angka stunting di Kota Manado. Sebagai upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan menuju Manado Maju dan Sejahtera.
"Berkolaborasi itu, dengan 11 perangkat daerah dan kecamatan serta Tim Penggerak PKK dengan sasaran ibu hamil hingga melahirkan sampai usia kelahiran 23 bulan dengan cara dilakukan pendampingan terhadap sasaran resiko tinggi," kata Sualang.
Stunting itu sendiri disebabkan dari kekurangan gizi kronis. Sejak bayi dalam kandungan hingga periode awal kehidupan anak (1000 hari setelah lahir). Ada pun dampak jangka pendek berupa terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya, serta gangguan metabolisme. Sedangkan, dampak jangka panjanganya jika tidak segera ditangani adalah penurunan kemampuan kognitif otak, kekebalan tubuh melemah sehingga mudah sakit, dan beresiko tinggi terkena penyakit metabolisme, seperti kegemukan, penyaakit jantung dan penyakit pembulu darah.
Terkait itu, Sualang pun mendorong ke masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran melakukan pengecekan kehamilan maupun pengukuran terhadap bayi agar dapat dimonitor dan ditangani secara baik.
Mewakili Walikota Manado Andrei Angouw, Wawali tak lupa kami berterima kasih ke seluruh pihak yang turut serta membantu dan bekerjasama demi menekan angka stunting.
Turut hadir, Ketua TP-PKK Kota Manado, Ibu Irene Angouw-Pinontoan, sejumlah kepala SKPD terkait, hingga kecamatan dan tenaga kesehatan. (devy kumaat)






































Komentar