Foto: RSUD Anugerah Tkmohon. Insert: Ns Oktavian Rau SKep.
Warga Apresiasi Kebersihan RSUD Anugerah dan Program Hospital Without Wall
Tomohon, MS - Penatalayanan manajemen yang diterapkan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Kota Tomohon mendapat ragam tanggapan positif dari masyarakat bahkan pasien yang sedang menjalani rawat inap. Selain penanganan kesehatan, program Hospital Without Wall atau tim medis turun langsung ke rumah pasien, dan kebersihan lingkungan Rumah Sakit diapresiasi.
"Harus diakui bahwa lokasi RSUD Anugerah ini jauh, tapi soal pelayanannya luar biasa. Saya apresiasi dengan menajemen RSUD Anugerah yang sudah memperhatikan masalah kesehatan pasien lewat program terlebih lingkungan rumah sakit yang bersih aman dan nyaman," ujar Rilya Pangemanan warga Lansot kepada mediasulut.co, Rabu (10/5), usai melakukan pengecekan kesehatan.
Menurut ibu anak 2 itu, program pemerintah tentang Hospital Without Wall ini sangat baik karena pasien yang kurang mampu mendapat kemudahan. "Yah ini pelayanan prima. Karena dengan sistem yang ada, masyarakat kecil dimudahkan. Artinya upaya penyelamatan pasien itu yang diutamakan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha RSUD Anugerah Tomohon Ns Oktavian Rau SKep menjelaskan, program pemerintah Kota Tomohon khususnya di bidang kesehatan yang digagas oleh menejemen RSUD Anugerah, Hospital Without Wall menjadi andalan dan dapat diandalkan.
"Jadi untuk yang inovasi Hospital Without Wall, ini merupakan satu program inovasi dari RSUD anugerah untuk masyarakat Kota Tomohon di mana pelayanan ini bertujuan untuk menjangkau seluruh masyarakat Kota Tomohon," ujarnya sembari mengatakan dalam penerapan sistem ini ada teknis pelaksanaannya.
"Jadi teknisnya apabila ada masyarakat yang sakit di rumah itu boleh langsung menghubungi nomor dan kontak yang disiapkan, di situ nanti Rumah Sakit akan langsung mengunjungi pasien di rumah. Jadi bukan hanya petugas sopir saja yang pergi tetapi tim medis dari perawat dan dokter juga nanti langsung diperiksa di rumah apabila memang membutuhkan perawatan lebih lanjut itu akan dibawa ke Rumah Sakit, " jelasnya.
Lebih lanjut jelasnya, untuk pasien yang ringan dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit itu hanya diberikan obat oleh dokter yang mengunjungi dan kemudian akan diarahkan ke Puskesmas. Untuk program ini selang 2 bulan terakhir, program tersebut sudah banyak melakukan tindakan nyata seperti yang digagas. "Program ini baru berjalan 2 bulan dan sudah sekitar 30 pasien yang sudah ditangani," kuncinya. (RommyKaunang)









































Komentar