Foto: Atap Gereja yang rusak.
Angin Kencang, Longsor Hingga Pohon Tumbang Hantam Tomohon
Tomohon, MS
Himbauan Pemerintah Kota Tomohon agar warga yang bermukim di lokasi rawan bencana baik longsor maupun banjir untuk tetap waspada di cuaca estrim dalam kurun waktu 2 Minggu ke depan, ternyata bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, cuaca ekstrim yang disertai dengan hujan dan angin kencang mengakibatkan longsor dan atap bangunan Ibadah menjadi rusak.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tomohon sejak Jumat 7 April hingga Sabtu 8 April, tercatat telah terjadi longsor berskala kecil di Kecamatan Tomohon Selatan diantaranya Kelurahan Pinaras, Longsor di Jalan Tondangow (Akses jalan Pinaras ke Rambunan), Longsor di Jalan Tondangow-Lahendong, Pohon tumbang di jalan Uluindano- Pangolombian, Pohon tumbang di Jalan Mandey Kompleks Polres Tomohon serta Pohon Tumbang Jalan Lingkar Timur. Terbaru sekitar pukul 18.16 Wita, atap Gedung Gereja GMIM Damai, Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan telah mengakibatkan atap Gereja mengalami kerusakan akibat tiupan angin kencang.

Sebagai bentuk respon dari Pemerintah Kota Tomohon, pasca mendapatkan laporan dari warga Lahendong, tim BPBD langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan serta kaji cepat dan selanjutnya menyerahkan bantuan terpal berukuran 4x6 meter, sebanyak 3 lembar, untuk menutup sementara atap gedung yang rusak, agar jemaat bisa menjalankan ibadah Paskah pada Minggu 9 April.
Kepala Pelaksana BPBD Hengkie Supit SIP kepada mediasulut.co membenarkan akan kejadian tersebut. Menurutnya kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. dan khusus untuk Longsor serta pohon tumbang langsung dilakukan pembersihan agar akses jalan bagi masyarakat umum bisa terbuka.
“Dilaporkan sampai dengan saat ini tidak ada korban jiwa hanya saja bagian atap gedung Gereja mengalami kerusakan dan dampak dari peristiwa tersebut, persiapan ibadah Paskah jemaat setempat yang akan dilaksanakan Minggu 9 April sedikit terganggu, namun kita telah mengantisipasi dalam keadaan darurat dengan memberikan terpal agar tidak kehujanan dalam pelaksaan peribadatan. Selanjutnya juga untuk lokasi longsor dan pohon tumbang, langsung disikapi dengan tindakan langsung dimana prioritas akses jalan terbuka untuk lalulintas dipastikan aman terkendali,” tutupnya. (rommykaunang)









































Komentar