Tekan Stunting, Totalitas Pemkot Lewat Pemberdayaan Masyarakat
Tomohon, MS
Pemerintah Kota Tomohon tetap fokus menekan stunting, atau masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Buktinya, bertempat Aula SMA Kristen 1 Tomohon, Selasa 28 Maret 2023, telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) Aparatur Sipil Negara (ASN) Peduli Kependudukan didalamnya ada Dinas PPKB dan BKPSDM, dengan Generasi Muda Peduli Kependudukan yang didalamnya ada DPD II KNPI Kota Tomohon, Pramuka Peduli Kependudukan didalamnya Dinas PPKB dengan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Tomohon.
Penadatanganan MoU ini turut disaksikan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian BKKBN RI, Dr Bonivasius P Ichtiarto SSt MSi, Walikota Tomohon Caroll J A Senduk SH bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, Ir Diano Tino Tandaju M Erg.
Kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat di kampung keluarga berkualitas dalam rangka percepatan penurunan stunting ini menurut Walikota Tomohon, merupakan hal yang luar biasa untuk capaiannya.
“Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 januari 2016 Kampung Berkualitas terus bertumbuh pesat. Semangat membentuk dan mendirikan Kampung KB (kampung berkualitas) diseluruh Nusantara didalamnya Kota Tomohon telah menghasilkan perubahan yang sangat luar biasa dibidang kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga,” jelasnya.
Dikatakan Walikota Caroll, kaitan dengan stunting, saat ini menjadi prioritas Nasional dibidang kesehatan untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen di tahun 2024.
“Kabar gembira untuk pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon dalam hal pencegahan dan penurunan prevalensi stunting, dimana Study Data Status Gizi Indonesi (SSGI) tahun 2022 menunjukan prevalensi angka stunting di Sulawesi Utara berada di angka 20,5% dan Kota Tomohon sudah berada di angaka 13,7% artinya bahwa target Nasional penurunan prevalensi stunting 14% tahun 2024 sudah dilampaui. Tentu ini merupakan bukti berkat dari kerja keras semua stakeholder yang ada di Kota Tomohon. Kami mengajak kita sekalian walaupun saat ini kita sudah menurunkan prevalensi stunting diangka 13,7%, marilah kita terus tingkatkan sinergitas agar harapan dan cita - cita kita Kota Tomohon zero (0%) stunting dapat terwujud,” jelasnya.

Sementara, Dr Bonivasius P Ichtiarto SSt MSi, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian BKKBN RI mengungkapkan, hal ini boleh berhasil karena ada kerja sama, sinergitas dari semua pihak dalam menurunkan angka stunting.
“Apresiasi kepada Pemerintah Kota Tomohon atas capaian prevalensi angka stunting sudah dibawa rata rata Nasional tentu ini adalah bukti kerja sama dari semua pihak,” tutur deputi.
Pandangan yang sama juga disampaikan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir Diano Tino Tandaju M Erg bahwa Prevalensi stunting di Kota Tomohon sebesar 13,7 %, hasil ini menempatkan Kota Tomohon sebagai satu satunya Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara yang sudah mencapai target 2024 yaitu harus berada dibawah 14 %.
“Tetap pertahankan dan bahkan angka tersebut menjadi tantangan agar capaian ini bisa tetap berada di bawah standar prevelansi stunting di Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dicanangkan 44 Kelurahan kampung KB dan SMA Kristen 1 Tomohon sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, ditandai pemukulan alat musik kolintang. Yang melakukan penandatanganan MOU, Ketua Kwarcab gerakan pramuka Kota Tomohon drg Jeand'arc Senduk Karundeng, Ketua DPD II KNPI Kota Tomohon, Karlheinz Putra Minahasa Senduk SH, Kepala BKPSDM Albert Tulus SH bersama Kadis PPKB Daerah Kota Tomohon Mareyke Manengkey SP. Hadir dalam kegiatan, Jajaran Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian BKKBN RI, unsur Kelurahan (para Lurah), masyarakat didalamnya kader KB, unsur terkait lainnya, bersama unsur siswa. . (Rommy Kaunang/*)









































Komentar