Bocah 6 Tahun Meninggal, Mitra Siaga DBD

Upaya Pencegahan Ditingkatkan


Ratahan, MS

Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menggempur Nyiur Melambai awal tahun ini kian meresahkan. Serangan sporadis virus dengue yang terus meluas memicu kepanikan publik. Jumlah korban meninggal dilaporkan terus bertambah. Teranyar, kabar duka berhembus dari Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Bocah malang berumur 6 tahun asal Desa Buku, Kecamatan Belang, dikabarkan meregang nyawa akibat DBD.

Diperoleh informasi, korban asal Belang tersebut sebelumnya sempat diperiksa disalah satu klinik di kecamatan asalnya, selanjutnya direkomendasikan untuk dirujuk. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tak tertolong. Korban dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Umum Prof Kandow Manado, Senin (13/1).

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Mitra membenarkan adanya kematian akibat DBD di Desa Buku Tenggara Kecamatan Belang. "Memang benar ada warga Mitra yang meninggal dikarenakan menderita DBD, sesuai hasil diagnosa pemeriksaan pihak medis di rumah sakit umum Malalayang," ungkap Kepala Dinkes Mitra, Dr Helny Ratuliu, Senin (13/1) kemarin.

Dia menyatakan, sejak awal tahun sudah ada sebanyak 6 warga yang ditetapkan menderita penyakit mematikan itu. Satu diantaranya meninggal dunia.

"Dengan adanya kasus kematian maka pemerintah lebih siaga untuk mencegah jangan sampai ada korban jiwa lagi," katanya.

Upaya fogging (pengasapan) kini sudah dilakukan kontinyu di beberapa daerah yang ada. Namun pemahaman kepada masyarakat untuk sadar terhadap kebersihan lingkungan termasuk wadah-wadah yang bisa menampung air, sangat dianjurkan untuk diperhatikan.

"Upaya fogging dibeberapa daerah sudah dan sementara dilakukan. Namun kami pula mensosialisasikan terkait pentingnya merealisasikan 3M plus guna menekan perkembangan jentik nyamuk. Khusus untuk lokasi korban DBD akan kita lakukan besok (hari ini, red) atau dalam 1-2 hari kedepan," paparnya.

"Selain sosialisasi, penyuluhan terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selanjutnya penanganan terhadap warga yang sakit untuk segera dibawa ke rumah sakit karena saat ini rumah sakit dianjurkan untuk menerima pasien yang diduga akan terserang DBD," tukas Helny.

Sedangkan, jika dibandingkan tahun silam, jumlah kasus DBD di Mitra ada sebanyak 58 orang. Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait adanya penyakit ini, pun diharapkan takkan terjadi di Mitra, meski sudah ada korban jiwa.

"Kalau KLB itu indikatornya ada kenaikan 100% dari kasus tahun lalu. Kita berharap tentu ini takkan terjadi. Namun tentu kita tak dapat memprediksi hal tersebut seiring kita baru menapaki tahun 2019 ini," pungkas Helny. (recky korompis)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting