PTM Terbatas, Deprov Minta Prioritaskan Siswa Sudah Divaksin


Metode pembelajaran tatap muka (PTM) di Sulawesi Utara (Sulut) mulai bergulir. Kondisi ini memantik tanggap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut. Wakil rakyat Nyiur Melambai berharap PTM diprioritaskan bagi siswa yang sudah divaksin. Ini untuk menjaga keselamatan para murid.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan. Ia mengungkapkan, memang saat ini di Sulut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 telah mendominasi. Dengan demikian kegiatan masyarakat termasuk PTM terbatas sudah bisa dilaksanakan.

"Dengan kondisi ini maka akhirnya sekolah sudah bisa dibuka meskipun terbatas dan dibagi shiftnya. Kami juga mendorong agar PTM terbatas ini memprioritaskan bagi peserta didik yang sudah divaksin," ungkap Melky, Rabu (6/10), di ruang kerjanya.

Kalau seandainya ada murid yang belum divaksin maka harus diberikan opsi untuk sekolah jarak jauh. Ini juga perlu mendapatkan persetujuan dari orang tua. "Makanya kami mendorong agar percepatan program vaksinasi dioptimalkan," ujar politisi Partai Solidaritas Indonesia ini.

Ia juga mendorong agar percepatan vaksinasi dilakukan. Kondisi yang mulai stabil saat ini menurutnya juga karena presentasi dari program vaksinasi yang tinggi di Sulut. Maka perlu terus didorong kepada pemerintah untuk bisa melakukan vaksinasi secara cepat dan masif. "Sehingga menyasar para lansia (lanjut usia) dan peserta didik. Supaya ini bisa kemudian menjemput sekolah yang akan melakukan PTM terbatas," tuturnya. (arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors