Foto: Komisi III DPRD Sulut rapat dengan PLN Sulutenggo
Komisi III Hearing PLN Suluttenggo
Manado, MS
Ragam problem dipertanyakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), tatkala melakukan hearing dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Sulutenggo). Maraknya tiang listrik di badan jalan, jadi salah satu poin penting.
Masalah tersebut diungkap Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapoyos saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan PLN Wilayah Sulutenggo, Selasa (28/9), di ruang rapat Komisi III. Ia mengungkapkan, ada aspirasi yang masuk kepada mereka terkait dengan keberadaan tiang listrik, telah di badan jalan. "Ada tiang-tiang listrik yang sudah masuk di badan jalan dan sangat membahayakan. Kiranya memang ini jadi perhatian PLN. Walaupun kita tahu ini ada konsekuensi anggaran," ungkap Kapoyos.
Selain itu, dirinya menyampaikan terkait dengan
jaringan listrik yang ada di Rumah Sakit (RS) Provinsi Sulut ODSK.
"Kiranya pihak PLN dapat melihat kondisi jaringan yang ada di RS
ODSK," tuturnya.
Terkait dengan masalah tiang listrik di badan
jalan, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulutenggo, Leo Basuki
menyampaikan, pihaknya tengah berkoodinasi dengan kepala pengelola balai jalan
nasional. Ada beberapa ruas yang tiang mereka memang ada di tengah jalan. Ini
terjadi karena pada waktu pembangunan atau pelebaran jalan dari awal kami tidak
ikut serta sehingga timbul proses yang memakan waktu," ungkapnya.
Selain itu dijelaskannya, terkait tiang ini bukan
dilakukan pergeseran. Ini harus membangun baru dan membongkar yang lama. Bukan
secara otomatis digeser. "Dan kami harus keluarkan biaya untuk membangun
yang baru dan bongkar yang lama," ucapnya.
Kemudian dijelaskannya, soal pemindahan jaringan
di depan RS ODSK sedang berlangsung. Mereka juga sangat memahami, ada instansi
lain yang harus bersama-sama karena nanti ada pohon yang merupakan kewenangan
dari Dinas Lingkungan Hidup. "Ini harus segera ditebang, agar kami segera
melakukan perbaikan jaringan. Kami hanya butuh 7 hari setelah pohon ditebang
untuk perbaiki jaringan," kuncinya. (arfin tompodung)













































Komentar