Curigai Varian Baru, Corona ‘Menggila’ di Akhir Pekan


Manado, MS

Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut), melonjak drastis. Tercatat sebanyak 143 kasus terkonfirmasi positif, sudah dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, akhir pekan silam. Dugaan masuknya varian baru penyebab lonjakan, memicu kecurigaan pihak berkompeten.

"Trend pertambahan kasus positif harian di Sulut pasca libur hari raya menunjukkan peningkatan mencapai 200 persen. Sebelum hari raya, dideteksi rata-rata 5 kasus per hari. Sementara sesudah hari raya meningkat menjadi 15 kasus per hari. Akan tetapi pada akhir Juni dan awal Juli ini tren penambahannya menunjukan tanda terjadi peningkatan eksponensial," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel.

Dijelaskannya sesuai grafik, penambahan angka terkonfirmasi positif dimulai sejak 23 Mei 2021 sebanyak 5 kasus. Kemudian, 10 Juni 2021 sebanyak 10 kasus per hari, selanjutnya 22 Juni 2021 sebanyak 20 kasus per hari. Cocid -19, naik signifikan dimulai tanggal 2 Juli 2021, dengan 40 kasus per hari.

"Pelipatgandaan kasus terjadi dengan cepat dan dalam periode waktu yang lebih pendek (berdasarkan trend 7 days moving average). Rata-rata per hari 5 kasus, berlipat menjadi 10 kasus per hari dalam 21 hari. Kemudian meningkat menjadi 20 kasus per hari dalam kurun waktu 12 hari dan naik menjadi rata rata 40 kasus per hari dalam waktu 9 hari," beber Dandel.

Lanjutnya, kecurigaan fenomena lonjakan disebabkan adanya penyebaran Variant of Concern (VoC) Alfa, Beta, Delta dan Kappa, belum bisa dipastikan karena pemeriksaan genomik sequencing yang dikirimkan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pencegahan Penyakit Manado kepada pihak Pusat Litbangkes Kemenkes RI, belum ada hasil.

"Akan tetapi pada beberapa cluster yang terjadi di daerah Sangihe, Tomohon, Manado dan juga Bitung menunjukkan kecepatan transmisi yang menyerupai VoC ini. Peningkatan ini tentunya secara otomatis membuat beban bagi pelayanan kesehatan makin terlihat jelas," jelas Dandel.

Dikatakannya lagi, dalam kurun waktu 3 minggu angka keterisian Ruang Isolasi dan Ruang ICU Covid 19 (Bed Occupational Rate) di Rumah Sakit Rujukan Covid 19, meningkat dengan cepat. "Dalam waktu 17 hari keterisian Bed Isolasi meningkat dari 8 persen menjadi 25 persen. Bahkan pada beberapa kabupaten/kota, keterisiannya sudah diatas 50 persen. Semakin banyak orang yang sakit, maka otomatis makin banyak yang perlu dirawat di ruang perawatan intensif dan makin banyak juga kematian yang dilaporkan," katanya.

Sementara itu, kegiatan testing juga menunjukkan tanda-tanda memburuk dimana positivity rate Provinsi Sulut meningkat dari 2,5% pada bulan Mei 2021 dan kini sudah mencapai angka diatas 10% lebih tepatnya ada diangka 12,31%.

"Angka dimaksud mengindikasikan bahwa dari setiap 100 sampel yang diperiksa akan terdapat 12 sampai dengan 13 kasus positif. Kondisi ideal yang menunjukkan bahwa transmisi terkendali, seharusnya berada dibawah 5%," paparnya.

Mencermatinya, pihak Satgas Covid-19 Sulut menyampaikan sejumlah hal penting. Pertama, walaupun secara laboratorium belum ada bukti adanya keberadaan VoC di Sulut, tetapi perkembangan kondisi epidemiologik dan kecepatan transmisi dari beberapa kasus, menunjukkan adanya kemungkinan bahwa yang sementara beredar di Sulut saat ini adalah VoC.

Kedua, pola transmisi dari VoC ini berdasarkan laporan investigasi dari negara dan daerah lain di Indonesia adalah lebih cepat, menjangkiti lebih banyak orang dan adanya kemungkinan yang sangat tinggi bahwa transmisinya bersifat aerosol/ airborne. Penularan aerosol/airborne adalah penularan yang disebabkan karena menghirup partikel virus yang mengambang di udara.

Pada penularan airborne, orang yang infeksius mengeluarkan partikel virus ini lewat batuk atau bersin yang melayang diudara dan bisa bertahan sampai 16 jam. Sehingga mereka yang tidak memakai masker akan sangat mudah terinfeksi.

Ketiga, dengan pola transmisi seperti ini maka masyarakat dihimbau untuk

menaikkan kewaspadaannya ketitik tertinggi. Pemakaian masker menjadi hal yang wajib dilakukan. Pola kerja dari rumah diimplementasikan kembali. Sirkulasi udara ruangan kerja harus diperbaiki. Menghindari makan bersama, karena pada saat makan bersama otomatis masker akan dibuka.

Menghindari acara acara di tempat tertutup dan padat. Menghindari

kerumunan kemanapun kita pergi. Acara acara resepsi dengan kehadiran lebih dari 30 orang sebaiknya dihindari. Pelaksanaan ibadah dan perayaan sebaiknya melalui daring. (sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting