Tiap Jam 4 Orang Meninggal Karena Corona di RI


Jakarta, MS

Badai corona virus disease 2019 (Covid-19) di Republik Indonesia belum reda. Bahkan ancaman kematian karena virus Corona ini terus menghantui.

Bahkan Satua Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengingatkan bahwa kasus virus Corona di Indonesia belum mereda. Bahkan 4 orang meninggal karena Corona tiap 1 jam.

Ketua Satgas Penanganan Corona Doni Monardo awalnya mengingatkan masyarakat agar bersabar dalam menghadapi pandemi. Salah satunya menahan diri untuk tidak mudik dalam merayakan hari raya bersama orang tua.

"Kenapa tidak boleh mudik karena manusia menjadi perantara membawa virus COVID dari satu daerah ke daerah lainnya," kata Doni dalam keterangan di situs BNPB, Senin (25/4).

Kenaikan kasus Corona bisa terjadi jika masyarakat tetap bertindak. Doni mengatakan keputusan untuk tidak mudik bertujuan menghargai sesama, terlebih orang tua atau sanak saudara di kampung halaman. Yang berbahaya adalah mereka yang termasuk orang tanpa gejala (OTG).

"Setiap hari, penularan Covid-19 masih terjadi. Di Indonesia, Covid-19 rata-rata memakan 4 nyawa manusia setiap jamnya," demikian bunyi keterangan yang sama.

Dengan kebijakan peniadaan mudik, pemerintah mengimbau masyarakat agar mengadakan acara keluarga dalam rangka Lebaran secara virtual. Doni mengatakan sebanyak apa pun tempat tidur, RS, bahkan tenaga kesehatan di Indonesia, tidak akan pernah cukup jika terjadi lonjakan kasus yang disebabkan oleh penularan penduduk yang bepergian secara masif.

"Covid-19 belum berakhir, lindungi keluarga, jangan mudik dulu!" pesan Doni.

Sementara itu, dalam jumpa pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Kepresidenan hari ini, Doni Monardo juga sempat bicara soal kasus kematian Corona di Indonesia. Ternyata, kasus kematian Corona RI masih lebih tinggi daripada dunia.

"Kita akui angka kematian di negara kita masih berada di atas angka kematian global," kata Doni. (dtc)

 


Komentar