DBD Teror Mitra


LAMA tak terdengar, kini penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai beraksi di Minahasa Tenggara (Mitra). Di Bulan Maret dan April, sudah ada 2 pasien anak-anak yang terkena gigitan nyamuk aedes aegypti. Sebelumnya, 1 kasus sempat tersaji di Bumi Patokan Esa, awal tahun 2021.

Diperoleh informasi, akhir Bulan Maret, terdapat kasus positif DBD di wilayah Tombatu dan memapar satu orang anak berumur 6 tahun. Pelaksanaan fogging (pengasapan) dilakukan dikarenakan ditemukan jentik nyamuk di wilayah tinggal pasien.

Positifnya, yang bersangkutan sembuh dari penyakit yang dapat mengakibatkan korban jiwa itu. Kemudian pada awal April, salah satu warga Tombatu berumur 5 tahun, harus mendapatkan perawatan medis setelah dinyatakan positif DBD. Hasil penyelidikan epidemi, keberadaan jentik nyamuk juga terdapat disekitar rumah tinggal pasien. Fogging pun dilakukan guna memberangus para nyamuk pembawa DBD.

Kepala Dinas Kesehatan dr Helny Ratuliu ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya ketambahan penyakit DBD di Mitra. “Ada dua warga di bawah umur yang dinyatakan positif DBD,” ungkap Ratuliu melalui Cindy Sumilat selaku Pengelola Program DBD pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Namun menurut Cindy, pelaksanaan fogging bukanlah jaminan nyamuk DBD akan habis, melainkan pelaksanaan 3M plus yang harus diutamakan. “Kalau fogging, kita hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Namun jentik nyamuk akan sulit dijangkau pengasapan dan akan terus berkembang pada wadahnya,” tuturnya.

“Pelaksanaan 3M plus adalah langkah yang paling baik memberantas nyamuk pembawa DBD khususnya jentik nyamuk. Plusnya, kita menggunakan kelambu hingga obat anti nyamuk,” sambung Cindy.(recky korompis)


Komentar