KASUS COVID ANJLOK, ZONA MERAH MENYUSUT

PROGRAM VAKSINASI SAKTI


Jakarta, MS

Ibu Pertiwi mulai bernafas lega. Gerak penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dilaporkan terus melambat pasca bergulirnya program vaksinasi nasional. Indikator itu terlihat dari penurunan kasus aktif yang signifikan. Peta risiko juga menunjukkan berkurangnya daerah zona merah hingga 50 persen. Asa menatap pemulihan ekonomi negara kans segera terwujud.

Program vaksinasi telah bergulir sejak awal tahun ini. Sasaran prioritas awal bagi tenaga kesehatan kemudian pelayan publik. Efek vaksin pun mulai dirasakan saat ini. Dua bulan terakhir serangan Covid-19 di Indonesia dilaporkan terus melemah. Meski begitu, warga diingatkan untuk tidak lengah.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa saat ini tengah terjadi penurunan kasus Covid-19 dari semula di atas 10.000 menjadi 4.000-5.000 kasus per hari. "Setelah melalui berbagai upaya, saat ini kasus harian Covid-19 terus mengalami penurunan. Namun demikian, seluruh pihak baik jajaran pemerintah maupun masyarakat diharapkan tidak lengah dan terus berupaya mengatasi pandemi Covid-19," kata Ma’ruf saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Lapangan Olahraga Tiara Batara, di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (30/3).

Selain itu, kapasitas rumah sakit yang semula terisi hampir 70-90 persen, kata dia, saat ini sudah di bawah 50 persen. Apabila penurunan kasus tersebut tidak dilakukan dengan baik, tidak menutup kemungkinan kasus dapat naik kembali seperti yang terjadi di beberapa negara Eropa dan Amerika.

"Kita tidak ingin. Karena itu, tetap masalah protokol kesehatan, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (tracing, testing, treatment), kemudian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tingkat mikro dan pelaksanaan vaksinasi merupakan upaya-upaya yang terus dilakukan," ujar Ma’ruf.

Selain itu, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sejauh ini sudah berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun yang disebabkan efek samping vaksin. Semua orang yang divaksin, kata dia, aman dan tidak ada yang merasa takut, sakit, atau demam sehingga Ma’ruf pun berharap masyarakat tidak takut dan ragu untuk divaksin.

"Pemerintah terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meyakinkan baik melalui pendekatan kesehatan maupun agama," kata dia.

Dari segi kesehatan, mereka diingatkan mengenai dampak yang diakibatkan apabila tidak divaksin. Sementara itu, dari segi agama, melakukan vaksinasi merupakan bagian dari kewajiban.

 

ZONA MERAH MENYUSUT

Teror Covid di Indonesia yang sempat meluas ke berbagai daerah kini berangsur-angsur pulih. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, terjadi penurunan jumlah daerah di zona merah hingga sebesar 50 persen yakni dari 10 menjadi 5 kabupaten kota per 28 Maret. Selain itu, juga terjadi penurunan jumlah kabupaten/kota berzona oranye dari 313 menjadi 301 daerah.

"Catatan zonasi nasional mencatatkan capaian yang baik di mana jumlah kabupaten/kota berzona merah terus menurun 50 persen yaitu dari 10 menjadi lima kabupaten/kota," jelas Wiku saat konferensi pers, Selasa (31/3).

Kendati demikian, Satgas menyoroti terjadinya peningkatan jumlah kabupaten/kota berzona kuning atau zona risiko sedang dari 183 menjadi 201 daerah. Wiku menyimpulkan, fokus pengendalian Covid-19 terkini bagi sebagian besar pemerintah daerah yakni mengubah status daerahnya dari zona oranye ke zona kuning, maupun dari zona kuning ke zona hijau.

"Karena selama ini kita terus berfokus pada penekanan jumlah zona merah," tambahnya.

Menurut Wiku, penurunan tajam jumlah daerah dari zona merah ini dapat terjadi dalam waktu singkat. Sebab, pada 31 Mei 2020 dan 17 Januari 2021, Satgas mencatat masih terdapat 108 kabupaten/kota yang masuk dalam zona risiko tinggi atau merah.

"Hal ini menunjukan bahwa jika pemerintah daerah dan masyarakat serius mengendalikan penularan kasus, maka dalam waktu singkat kita bisa menekan bahaya penularan secara signifikan yang berarti menyelamatkan banyak nyawa," kata Wiku.

 

MASYARAKAT HARUS DIVAKSIN

Meski kasus Covid mulai berkurang, potensi lonjakan kasus bisa saja terjadi. Fenomena itu seperti terlihat di beberapa negara di Eropa dan Asia. Sebagai upaya menghindari hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengharapkan masyarakat untuk turut aktif dalam program vaksinasi dan menahan mobilitas.

Meski cakupan vaksinasi di Indonesia disebutkan Budi tergolong empat besar di tingkat global, hal tersebut belum mampu menekan penyebaran kasus virus corona. Terlebih kini muncul virus mutasi baru dan Indonesia sendiri telah terdeteksi sejak awal tahun ini.

“Terkait lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara, saya ingin sampaikan bahwa meski kita sudah mengalami percepatan dalam vaksinasi, kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan karena adanya potensi embargo dari negara produsen vaksin yang mengalami lonjakan kasus di negaranya. Kita perlu mengatur ritme vaksinasi agar tidak ada kekosongan vaksin nantinya,” ujar Menkes.

Ia mengatakan, lonjakan kasus di negara lain juga mengingatkan waspada dengan menahan mobilitas dan mematuhi disiplin protokol kesehatan, apalagi jenis mutasi virus baru Covid-19 sangat cepat menyebar. “Hindari bepergian, paling tidak sampai pandemi benar-benar terkontrol. Kalau nanti terjadi lonjakan kasus, kasihan tenaga kesehatan kita akan kelelahan,” pesan mantan wamen BUMN ini.

Menkes mendorong semua masyarakat untuk ikut mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19, khususnya kepada kelompok masyarakat lanjut usia 60 tahun ke atas. Dari kelompok prioritas kedua, lansia tercatat masih rendah tingkat partisipasinya.

“Mari kita upayakan bersama bagaimana bisa mendorong lansia bisa lebih cepat disuntik agar kita dapat melindungi orang tua kita. Semakin cepat vaksinasi dilakukan, semakin cepat kita mencapai kekebalan komunal,” ujar Menkes.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu divaksinasi saat gilirannya tiba. Pemerintah pasti akan memprioritaskan vaksin yang benar-benar aman dan berkhasiat untuk dipergunakan oleh seluruh masyarakat berdasarkan rekomendasi dari ahli.

“Vaksin memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari risiko yang ditimbulkan. Ketika saatnya tiba untuk vaksinasi, tidak usah ragu-ragu. Apapun jenis vaksinnya, pasti aman dan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita,” ujarnya.

“Bagi yang sudah divaksinasi, jangan lupa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 3M dengan disiplin sampai kita benar-benar mencapai kekebalan kelompok dan terbebas dari pandemi,” harap Menkes.

Diketahui, data terbaru kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 4.682 kasus positif menjadi 1.505.775 kasus. Pasien sembuh bertambah 5.877 menjadi 1.342.695 orang. Sedangkan pasien meninggal bertambah 173 menjadi 40.754 orang.(cnn/rpb)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting