Onibala Ancam Ganti ASN Minsel Lawan Aturan


Warning keras Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Meki Onibala, meletup. Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) disasar. Mereka yang bekerja tidak sesuai aturan bakal diganti.

Onibala tidak akan segan-segan memutasikan bahkan mengganti para pejabat eselon II, III dan IV yang tak taat aturan. Poin yang dimaksudnya juga berlaku bagi ASN yang tidak kerja maksimal atau hanya mencari-cari muka pada pimpinan.

"Saya mintakan semua ASN baik itu Kadis  (kepala dinas), kaban (kepala badan), sekdis (sekretaris dinas), Kabag (kepala bagian), kabid (kepala bidang), kepala seksi dan sebagainya untuk kerja maksimal. Saya inginkan pelayanan publik di semua SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang dulunya banyak mendapat tuaian maupun sorotan dari masyarakat, untuk terus ditingkatkan lagi guna memberikan pelayanan maksimal," kata Onibala, saat memimpin apel perdana di kantor Bupati, Senin (28/9).

Dia juga mengingatkan kepada semua ASN yang kedapatan malas masuk kantor atau keluar pada saat jam kerja. "Saya pastikan akan diganti," tegas Inspektur Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) ini di hadapan ASN lingkup Pemkab Minsel.

Diketahui sebelumnya, saat dikukuhkan sebagai Pjs Bupati oleh Pjs Gubernur Agus Fatoni, Onibala tidak mendapat fasilitas yang semestinya harus disiapkan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minsel. Hal ini terlihat dari tidak ada satupun pejabat yang datang saat pelantikan. Bahkan protokoler dan kendaraan dinas tidak diberikan.

Terpisah, tokoh pemekaran Kabupaten Minsel Hengky Rumengan meminta agar seluruh pihak berjalan sesuai dengan aturan. “Mari kita sama-sama menyambut dan menunjang Penjabat Bupati Meki Onibala dalam menjalankan tugas. Saya kira orang Minsel dan terlebih yang duduk di pemerintahan adalah orang-orang cerdas. Saya juga memintakan agar Pjs Bupati dapat bertindak tegas sesuai UU, jangan biarkan Minsel jadi rusak atas sikap-sikap main aturan sendiri,” ujarnya. (sonny dinar)


Komentar