Pilkada Boltim, SSM-OPPO Tak Terbendung


Tutuyan, MS

Energi baru mencuat di arena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Hadirnya bakal pasangan calon Sam Sahrul Mamonto (SSM) dan Oskar Manoppo (OPPO), curi perhatian publik.

Simpati bagi SSM-OPPO mengalir deras. Buktinya, ribuan pendukung menyambut kedatangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boltim ini usai menerima mandat partai pengusung, Senin (31/8). Sepanjang jalan dari Desa Buyat hingga Togid serta Modayag, para pendukung terus mendampingi pasangan yang diusung Nasdem, PKB dan PBB dengan kendaraan yang berada di mobil masing-masing bersama keluarga. Terinformasi SSM-OPPO berhasil mengamankan SK model B1 KWK dari partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

SSM dan OPPO yang kompak mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, tak sungkan mampir di kediaman beberapa pendukung, hanya untuk berswafoto dan bercengkerama meski tak lama. SSM ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait dukungan partai politik sebagai syarat untuk maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati sudah terpenuhi, dengan mendapatkan form yang dimintakan oleh KPU.

"Model B1.KWK adalah form yang dimintakan oleh KPU dan itu sudah ada," kata Alul sapaan akrab SSM.

Dia mengaku memilih Oskar Manoppo bukan tiba-tiba, tapi ‘given from the Good’. "Pemberian dari Tuhan. Saya tidak pernah meminta pak Oskar mendampingi saya, begitupun sebaliknya pak Oskar tidak pernah meminta. Karena doa masyarakat, sehingga boleh maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati. Ini pemberian Tuhan, anda kan tau saya dan pak Oskar sama sama mencalonkan sebagai papan satu. Itu sudah di luar batas kemampuan manusia sampai kami boleh dipasangkan. Walaupun ada berbagai kendala dan tantangan namun kami boleh lewati," terang mantan Ketua DPRD Boltim.

Sementara itu, calon Wakil Bupati Oskar Manoppo mengungkapkan, persoalan papan satu dan papan dua bukan lagi masalah saat ini. Bagi dirinya, untuk bertarung di Pilkada adalah secara parsial, bukan calon Bupati dan Wakil Bupati. “Semua berkerja. Saya bersama pak Sachrul terus berkomunikasi dan saling mendukung. Jadi bukan lagi persoalan papan satu dan papan dua. Tapi bagi kami ini adalah semangat untuk membangun daerah ini," jelas mantan Sekda Boltim itu.(pasra mamonto)


Komentar