Bawaslu Telusuri Kasus Positif Covid-19 Penyelenggara Pemilu


Ratahan, MS

Fenomena kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di jajaran penyelenggara pemilihan umum Minahasa Tenggara (Mitra) memantik kekhawatiran. Desakan untuk melakukan kembali rapid test ke para personil pelaksana pemilihan kepala daerah (Pilkada) pun mengencang.

Menyikapi hal ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengambil sikap dengan membuat penelusuran terhadap kasus terkonfirmasi di jajaran penyelenggara pemilu. Tujuannya yakni memastikan tahapan tak terganggu dengan adanya penyebaran virus terhadap para penyelenggara.

Sedangkan diketahui, pelaksanaan tahapan pencocokan data pemilih oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), tengah dilakukan dan baru akan berakhir pada pertengahan Agustus, bulan ini. “Kita sedang mengeruk informasi terkait kasus konfirmasi positif Corona. Dan di Bawaslu protapnya sudah jelas, ketika ada yang reaktif harus diisolasi mandiri. Saat ini, kita masih akan mencari tahu hal ini untuk kemudian menyurati pihak penyelenggara. Kalau memang itu personil PPDP, tentu KPU harus mengambil sikap. Alangkah baiknya jika penyelenggara pilgub kembali dilakukan rapid test ulang, guna mencegah penyebaran virus ini,” ucap Ketua Bawaslu Mitra melalui Ketua Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Dolly van Gobel, Senin (3/8) kemarin.

Sementara, Ketua Divisi Hukum KPU Mitra Otnie Tamod ketika dimintai keterangannya, membenarkan adanya Adhoc Pilgub Mitra yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dia menjelaskan, saat hasil reaktif dalam rapid test waktu lalu, yang bersangkutan telah dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.

 “Ada. Dan mereka kini tengah melakukan isolasi sesuai dengan protap kesehatan yang ada. Setelah pun ada hasil positif, mereka melanjutkan isolasi sesuai yang telah ditetapkan,” ucap Otnie.

“Kalau PPDP yang terkena kasus positif, akan langsung digantikan, karena tugas pencocokan data sementara berlangsung,” sambungnya.

Ditanya mengenai adanya pelaksanaan rapid test kembali di jajarannya, pihaknya pun tak keberatan dan mendukung hal ini demi kenyamanan masyarakat Mitra sendiri. Bahkan menurutnya, pihak Pemkab Mitra menginformasikan akan melakukan rapid test pada jajaran KPU. “Tapi waktunya belum ditentukan kapan. Tapi kalau memang pihak pemkab akan melakukan rapid test, seiring dengan adanya kasus dijajaran KPU, tentu akan lebih baik,” tukas Otnie.

Terpisah, Ketua KPU Wolter Dotulong ketika dimintai keterangannya terkait tindaklanjut terhadap kasus konfirmasi positif dijajaran KPU, menyerahkan hal ini kepada pihak berkompeten. “Kalau ada yang terkait dengan Covid-19 tentu kita serahkan kepada pihak berkompeten. Tapi, kalau anggota PPDP yang terkonfirmasi positif Corona Virus, akan langsung diganti,” singkat Dotulong. (recky korompis)


Komentar