Hasil Rapid Test, Puluhan Penyelenggara Pemilu Reaktif

Pilkada di Minsel Terancam


Amurang, MS

Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di wilayah Minahasa Selatan (Minsel), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, terancam. Itu menyusul adanya puluhan anggota penyelenggara Pilkada yang di-rapid test, hasilnya reaktif.

Fakta itu terungkap dalam pelaksanaan rapid test yang difasilitasi KPU-Bawaslu Minsel bekerjasama dengan tim gugus tugas melalui Dinkes Pemkab Minsel, Sabtu Sabtu (27/6) baru-baru ini.

Puluhan anggota penyelenggara pilkada yang dinyatakan reaktif dari hasil Rapid test itu dikabarkan berasal dari Lembaga Bawaslu maupun KPU Minsel.

Komisioner Bawaslu Minsel, Franny Sengkey ketika dikonfirmasi, tak menampik hal tersebut. Ia mengaku telah mendapatkan informasi adanya sejumlah personil panwas yang hasil rapid test-nya reaktif.

“Ya, di Bawaslu sendiri ada enam yang reaktif (Hasil tapd test-nya, red). Itu tersebar di beberapa Kecamatan. Seperti Kecamatan Maesaan, Sinonsayang, Modoinding dan Sultra, ” ungkap Sengkey.

Ke-enam personil pengawas pemilu itu pun telah dinonaktifkan sementara. “Untuk tugas-tugas pengawasan akan diambil alih oleh rekan-rekan yang lain. Itu sampai keenam personil itu hasilnya benar-benar bebas Covid-19,” imbuh wartawan senior itu.

Sementara pihak KPU Minsel sendiri sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Wartawan harian sempat beberapa kali menghubungi Ketua KPU Minsel, Rommy Sambuaga via telepon genggam, namun sayangnya tidak direspon.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Minsel dr Erwin Schouten, juga membenarkan data tersebut. Menurutnya, para anggota penyelenggara pemilu yang hasil rapid test-nya reaktif telah  menjalani isolasi mandiri pasca pemeriksaan.

Dan selama menjalani masa karantina mandiri, pihak medis akan secara rutin melakukan pemantauan terhadap mereka. “Ya, jumlah persisnya saya tidak ingat persis. Tapi ada puluhan. Mereka akan menjalani isolasi mandiri selama dua pekan. Pada hari ke-10 akan dilakukan rapid test kedua,” terang Schouten.

Apabila pada rapit test kedua hasilnya tetap menunjukkan reaktif atau samar-samar maka akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya melalui tes SWAP. “Tapi kita berharap yang terbaik. Apalagi ini kan sifatnya baru deteksi dini. Bukan ada kontak erat. Yang pasti mereka akan dipantau terus, ” imbuhnya.(servi maradia)


Komentar