Demokrat Bidik Koalisi Raksasa, MOR-HJP Mengencang


Manado, MS

Arena pertarungan merebut kursi top eksekutif Kota Manado makin seru. Aroma koalisi gemuk garapan Partai Demokrat sempat tercium. Sinyal mengusung pasangan Mor Dominus Bastiaan (MDB) dan Hanny Jost Pajouw (HJP) pun menguat.

Potensi koalisi besar itu menganga tatkala bertemunya sejumlah pimpinan partai politik Kota Manado, di Rumah Makan Bastianos, Mega Mas, Selasa (23/6) lalu. Hadir saat itu Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Manado Nortje Van Bone, Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Manado Boby Daud dan Ketua Gerindra Manado Mona Kloer bahkan Ketua Gerindra Sulawesi Utara Melki Suawah. Ketika itu, Bintang Mercy yang besar kemungkinan mengusung Wakil Walikota Manado saat ini, Mor Bastiaan, mengundang sejumlah bakal pasangannya seperti HJP.

HJP yang sempat ditemui menjelaskan, kalau pertemuan tersebut lebih membicarakan hal-hal tertentu sebagai bahan komunikasi lanjutan. "Percakapan kami penuh keakraban, karena ada persamaan visi dan misi yang cocok dan tidak lebih pada hal-hal teknisnya juga," kata HJP.

Lanjut dia, arah pembangunan Kota Manado banyak masuk topik diskusi. Diakui bersama, secara personal hal itu  telah sehati serta sejalan. Menurutnya, sudah dilihat lewat sejumlah persyaratan formil arahnya melekat pada HJP. Terlebih lagi, dukungan Demokrat Manado cukup besar bagi MDB dan dirinya dipersatukan.

"Kita di sini diyakini tinggal konkritnya saja yakni ketika muncul Surat Keputusan (SK) dari partai pemberi mandat, yakni Demokrat," imbuhnya.

Di samping itu, HJP menuturkan, terkait pembicaraan tersebut lebih banyak pada kesiapan dan prosesnya yang mengarah ke antara dirinya dengan MDB.

"Lebih banyak tetap di bagaimana membangun Manado berdasarkan chemestry personal kami," imbuhnya meyakini.

Ia mengungkapkan, kalau Tuhan berkenan dan Demokrat memilihnya, maka dia bulat tekad menyatakan kesiapan. Disinggung mengenai jabatan staf khusus Gubernur Sulut dari PDIP, HJP menyampaikan, kalau sejak Januari 2020 ini dia sudah mundur. Meski begitu, mandat lain gubernur sebagai direktur PD Pembangunan tetap dipangkunya.

"Tapi jika diizinkan Tuhan maju di Kota Manado, saya pun harus mundur dari jabatan tersebut. Karena hidup ini pilihan, serta ada konsekuensi yang harus diambil. Bagi saya, berpasangan dengan MDB paling utamanya dia mau mendengar, rendah hati dan orang beriman. Itu membuat saya lebih sreg dan dapat chemestrynya, maju di Pilkada Manado," jelas putera Langowan ini.

"Pastinya, komunikasi paling penting, jika ada kesamaan visi dan misi sebagai pokok utama, itu kita dapat jalankan bersama. Kesepahaman juga amat menunjang." jelasnya.

Di sisi lain, Ketua DPC Gerindra Manado Mona Kloer menuturkan, mereka membuka peluang sebesar-besarnya setiap kandidat di partai lain yang ingin bersama-sama di Pilkada nanti, termasuk Partai Demokrat.

Meski begitu, partainya sejak awal sudah menjaring 25 calon untuk Walikota dan Wakil Walikota Manado dan delapan yang diusulkan di pertarungan Pilkada nanti.

"Itu kami sudah masukkan ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat) beberapa bulan lalu, tapi konstalasi yang berjalan sekarang sudah tentu beda, kan," ujarnya.

Terkait kehadiran, legislator DPRD Manado ini mengatakan, itu bagian komunikasi intens dengan Partai Demokrat yang menjagokan MDB sebagai kandidat mereka.

Kata Kloer, momen itu agar arahnya melakukan penyamaan visi dan misi calon lebih terang benderang. "Pertemuan layaknya seperti diskusi, menyampaikan pula sejumlah syarat, persis sama saat penjaringan lalu," serunya.

Menyoal mahar politik ketika ditanyakan, Kloer menolak hal tersebut. Gerindra diakuinya, tak membuka dan membicarakan konsep itu. "Kami perbincangkan adalah hal-hal baik dulu agar supaya ketika memilih calon usungan kami dia sudah fight dan bisa menang dalam pesta demokrasi nanti," pungkasnya.

Diketahui, kursi Demokrat di DPRD Manado ada enam dan Gerindra sebanyak empat wakil. (devy kumaat)


Komentar