Menguat Cawalkot Manado, Rektor Unima Dinilai Layak


TENSI politik jelang pemilihan Wali kota dan Wakil Wali kota (Pilwako) Manado, kian meninggi. Sederet figur populer mulai dielus. Terutama dari kaum gender perempuan.

Maklum, hingga kini, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), belum pernah dipimpin oleh seorang wanita. Kandidat perempuan kerap hanya muncul di bursa pencalonan, namun terhempas di proses penetapan calon.

Salah satu figur yang tengah mencuat sekaligus mencuri perhatian publik Manado, yakni Juliyeta Paulina Amelia Runtuwene. Rektor Universitas Manado (Unima) itu makin gencar dielus untuk maju dalam dalam pesta demokrasi di Kota Tinutuan.

Arus dukungan dari berbagai elemen masyarakat Kota Wenang terus mengalir deras. Istri Walikota Manado, GS Vicky Lumentut (GSVL) itu, dinilai layak untuk menahkodai ibukota provinsi. Latar belakang sebagai akademisi serta pengalaman dan kematangannya dalam berorganisasi dianggap jadi modal kuat bagi Paula untuk menjadi seorang leader di  lembaga eksekutif.

Hal itu turut diamini, Roy Maramis, salah satu tokoh masyarakat Manado. Menukiknya nama Paula Runtuwene sebagai calon Walikota (Cawalkot) Manado dinilai wajar.  Karena secara kapasitas dan kapabilitas,  Rektor Unima itu dianggap layak.

"Pertama,  Ibu Paula kan Rektor Unima.  Menyemat gelar profesor lagi. Jadi pantas lah untuk menjadi calon walikota Manado,” lugas Roy kepada wartawan, Senin (1/10) kemarin.

Kemudian, Paula disebut telah lama mengabdi serta berkarya di Sulut, terutama di Kota Manado. Baik di dunia pendidikan, sebagai dosen hingga rektor serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.  “Termasuk aktif dalam pelayanan gerejawi di wilayah Manado hingga ke tingkat sinode GMIM,” beber Mantan Ketua KNPI Manado itu.

Tak hanya itu, Paula juga dinilai telah berkiprah selama dua periode sebagai Ketua Tim Pengerak PKK Kota Manado.  "Jadi beliau (Paula, red) memang sudah berbuat di Manado. Bukan figur yang muncul di saat Pilkada. Itu nilai plusnya," ulas Mantan Anggota DPRD Manado tersebut.

Apalagi, bila partai yang akan mengusung Paula di Pilwako Manado mampu memaksimalkan isu partisipasi gender perempuan. “Jika itu dioptimalkan  maka potensi untuk menang di kontestasi Pilwako Manado akan terbuka. Sebab di Sulut partisipasi kaum perempuan sangat berpengaruh. Buktinya banyak kepala daerah perempuan di Sulut,” urai Roy lagi.

“Jadi beliau itu punya peluang untuk memecahkan mitos Kota Manado yang selama ini belum pernah dipimpin seorang perempuan,” imbuhnya. (fiena kaawoan)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting