I Yayat U Santi: The Story of Minahasas Highland Warrior

Showcase IKKON BEKRAF di Tomohon Spektakuler


Laporan: Victor REMPAS

MASA depan kearifan lokal Tanah Minahasa kini terang benderang. Itu karena upaya konservasi kebudayaan daerah sementara gencar dipecut. Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah jadi elemen penguat. Eksistensi budaya lokal semakin tangguh.

Hal tersebut tersaji pada presentasi karya yang diinisiasi Tim Inovasi dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) Badan Ekonomi Kreatif  (BEKRAF) di Amphitheater Woloan Kota Tomohon, Rabu (11/9). Showcase ini mengusung tema “I Yayat U Santi: The Story of Minahasa’s Highland Warrior”. Diketahui, seni pertunjukan kolaborasi yang menggabungkan antara seni tari, paduan suara dan video tematik itu baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Dijelaskan Robert Antonius dari Tim IKKON-BEKRAF, kegiatan ini adalah presentasi karya yang nantinya menampilkan suatu hasil kreatif yang telah dilakukan oleh tim di Kota Tomohon. Untuk rundown acara meliputi sidang adat Woloan (theatrikal), pemukulan tetengkoren massal oleh warga Woloan, tari kabasaran massal dan showcase I Yayat U Santi.

Sementara itu, Asisten Umum Sekretaris Daerah (Setda) Kota Tomohon Dra Lily Solang mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi dan informasi memberikan dampak positif dan negatif dalam sendi kehidupan bangsa. Globalisasi, menurut dia, telah merubah wajah dan perilaku anak-anak negeri yang lebih memilih budaya asing untuk mereka banggakan.

“Kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan sebuah karya yang sangat kreatif dan memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya daerah khususnya di Kota Tomohon,” jelas Solang mewakili Walikota saat membuka kegiatan.

Camat Tomohon Barat Drs Laurensius Kawuwung selaku tuan rumah pelaksanaan kegiatan, mengaku bersyukur dan berterima kasih karena dipilih sebagai tempat pelaksanaan. Pelestarian budaya sangat penting khususnya budaya lokal.

Dia menguraikan, manfaat melestarikan budaya lokal yakni memperkaya kebudayaan nasional sehingga keanekaragaman budaya kita semakin unik dan kian berwarna. Selanjutnya, lestarinya budaya lokal setiap daerah akan menarik lebih banyak lagi wisatawan mancanegara. Itu karena mereka tertarik mempelajari sekaligus menikmati sebagai studi, sosiologi, seni dan budaya daerah. Kemudian, seni budaya merupakan produk kreatif manusia sehingga dapat menambah daftar referensi untuk mengembangkan seni dan budaya baru yang lebih unik dan kreatif. “Selain itu, menjaga agar kebudayaan daerah tidak punah,” tandas Kawuwung.

Usai kegiatan, Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak CA (JFE) menyampaikan apresiasi bagi terselenggaranya showcase tersebut. “Saya mengajak kita sekalian untuk membiasakan diri dengan budaya yang ada di daerah kita seperti penggunaan pakaian adat, membiasakan penggunaan bahasa daerah (bahasa tombulu), penampilan tarian-tarian tradisional dalam acara-acara resmi dan lainnya, sehingga Kota Tomohon menjadi kota yang berbudaya,” tutur JFE.

“Atas nama pemerintah kota sangat mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan sebuah karya kreatif yang dilakukan oleh tim IKKON- BEKRAF,” kuncinya.

Hadir pada kegiatan, mentor Tim IKKON Tomohon Robert Antonius, Sutradara I Yayat U Santi: The Story of Minahasa’s Highland Warrior Otniel Tasman, Budayawan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan jajaran Pemkot Tomohon.

Untuk diketahui, BEKRAF didirikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Badan ini adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Sedangkan IKKON, merupakan sebuah program yang menempatkan seseorang atau sekelompok pelaku kreatif pada suatu wilayah di Indonesia yang bertujuan mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.(*)


Komentar