Foto: Frangky Wongkar & Micha Paruntu
PDIP - GOLKAR LAWAN SEPADAN DI PILKADA MINSEL
FIGUR CAWABUP JADI PENENTU
Manado, MS
Arena tarung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa Selatan (Minsel) tahun 2020 dipastikan membara. Sinyal pertempuran dua partai politik (parpol) ‘veteran’ yakni Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam memperebutkan kursi 01, menguat. Konstelasi politik terus memanas seiring mencuatnya nama Michaela Elsiana Paruntu (MEP) dari kubu ‘Beringin’ dan Frangky Donald Wongkar (FDW) dari kubu ‘Banteng Moncong Putih’ di bursa calon bupati Minsel. Pertarungan dua kubu kans tak terelakkan.
Meski tampil berkoalisi di Pilkada Minsel 2015 lalu, PDIP dan Golkar nampaknya harus menempuh jalan berbeda di pilkada 2020 mendatang. Indikator itu terlihat saat masing-masing pihak kian gencar mempromosikan jagoannya.
Barisan Partai Golkar pun kian solid untuk mengusung MEP yang notabene adik Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu (CEP) sekaligus pemegang ‘mapatu’ Beringin Sulawesi Utara (Sulut). Apalagi popularitas MEP yang kini melayani sebagai Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM terus menanjak. Tak hanya itu, pengaruh CEP yang hingga tahun depan masih memegang kendali pucuk pemerintahan di Kabupaten Minsel bakal memberi efek positif bagi kubu Golkar di pentas Pilkada nanti.
CEP sendiri sudah memberikan sinyal buat MEP untuk bertarung sebagai bupati yang akan diusung Partai Golkar 2020 mendatang. "Penatua dr Michaela Elsiana Paruntu MARS voor Minsel Berdikari Cepat untuk Pembangunan Berkelanjutan, Tuhan memberkati," ungkap CEP selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Sulut.
Di Minsel, arus dukungan terhadap sosok MEP untuk maju sebagai Calon Bupati juga mengalir deras. Teranyar datang dari Barisan Partai Golkar Tompaso Baru. "Sosok MEP sangat layak untuk memimpin Minahasa Selatan kedepan. Untuk itu seluruh pengurus kecamatan dan pengurus desa yang ada di Kecamatan Tompaso Baru akan mati-matian dan bekerja-keras dalam memenangkan MEP tahun 2020 nanti," seru Donny Sumual selaku Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Tompaso Baru.
Alasan dukungan itu diberikan karena sosok MEP diyakini akan mampu melanjutkan program-program dari Bupati CEP yang saat ini telah banyak dirasakan oleh masyarakat Minahasa Selatan. “Intinya kita siap bertarung memenangkan ME. Kami segenap pengurus, kader dan simpatisan Partai Golkar dan Simpatisan MEP, akan siap bertarung mati-matian,” tegas Donny.
Bahkan dia membeber, besar kemungkinan MEP akan menjadi calon tunggal dari Partai Golkar mengingat banyaknya arus dukungan terhadap Srikandi berparas cantik tersebut. "Siapapun yang akan mendampingi MEP dalam Pilkada mendatang kita siap dukung, bertarung dan bekerja," tandas Donny yang optimis Golkar akan kembali meraih kemenangan di Pilkada Minsel nanti.
Di sisi lain kubu PDIP juga tampil optimis. Keberhasilan meraih hasil signifikan di ajang Pemilu Legislatif (Pileg) Kabupaten Minsel baru-baru ini jadi modal besar bagi kubu Moncong Putih. Selain itu, sosok FDW yang saat ini menduduki posisi Wakil Bupati dan berstatus petahana juga diyakini akan memberi pengaruh positif bagi PDIP di Pilkada Minsel nanti.
"Optimis itu sudah pasti, apalagi kami di PDIP melihat ada prestasi di Kabupaten Minsel. Dalam hal ini kan kenaikan kursi di dewan berdasarkan hasil Pileg sangat signifikan sekali, dan itu membuktikan kerja partai di Minsel itu sukses. Selain itu kepercayaan masyarakat Minsel untuk PDIP pun terlihat semakin besar dan itu jadi modal berharga bagi kami untuk bertarung di Pilkada nanti," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Sulut Lucky Senduk dalam wawancara, Minggu (10/6) kemarin.
Meski diakuinya, terkait pencalonan di Pilkada Minsel PDIP hingga saat ini belum berproses. Tapi tak ditampiknya pula jika sosok FDW semakin santer disebut sebagai calon kuat yang akan diusung.
"Kubu PDIP punya petahana di Minsel yaitu FDW, dan sejauh ini beliau mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat di sana. Tapi kan soal pencalonan ada mekanismenya dan itu resminya akan dilihat saat ada SK penetapan calon nanti," papar Senduk.
Yang pasti, kata dia, PDIP akan berjuang semaksimal mungkin meraih kemenangan di Pilkada Minsel. "Kan lima tahun lalu PDIP menang di Minsel, maka tahun depan itu tugas kita mempertahankan kemenangan itu. Apalagi dengan adanya kenaikan kursi di Pileg maka kita melihat bahwa masyarakat sangat respect dengan PDIP dan terlihat jelas masyarakat juga menginginkan kepemimpinan dari PDIP, tentunya kita akan sambut bola itu dengan berjuang mati-matian untuk Minsel tahun 2020 mendatang," tandas Senduk.
LAWAN SEIMBANG, FIGUR PAPAN DUA PENENTU
Menilik peta pertarungan Pilkada Minsel, fokus publik kini terarah pada ajang adu kekuatan kekuatan politik PDIP dan Golkar. Selain mendominasi perolehan suara pemilu 2019, kedua parpol ini memenuhi syarat mengusung calon kepala daerah tanpa harus koalisi.
Pengamat politik Dr Ferry Daud Liando menilai, jika akhirnya PDIP dan Golkar tidak berkoalisi dan saling berhadapan maka pertarungan terlihat sepadan. Dirinya bahkan sulit memprediksi calon dari parpol mana yang bisa tampil dominan.
"Jika nama-nama yang muncul seperti pak Franky Wongkar yang bakal diusung PDIP dan Micha Paruntu dari Golkar maka kompetisi ini sangat seimbang. Namun kekuatan dari keduanya akan sangat ditentukan oleh siapa pasangan mereka sebagai wakil kepala daerah nanti. Jadi kemungkinan besar yang akan menentukan adalah siapa figur papan dua yang bisa dipaketkan dengan calon bupati," tanggap Liando, Minggu kemarin.
Parpol yang salah memilih pasangan dipastikan akan terancam. "Jadi kunci pemenangan dari keduanya sangat ditentukan oleh dengan siapa mereka berpasangan. Tokoh-tokoh dari wilayah bagian selatan Minsel kemungkinan akan menjadi incaran dari dua calon ini," ujarnya.
Di sisi lain, sisa kursi yang bukan berasal dari kedua parpol besar itu masih memungkingkan, meski syaratnya harus berkoalisi. "Jika Nasdem dan Demokrat menjadi pemimpin koalisi dari parpol pemilik kursi sisa, maka kompetisi di Minsel dipastikan akan jadi menarik. Lain halnya jika nanti PDIP dan Golkar berkoalisi maka pemenang Pilkada sudah langsung ketahuan sebelum kompetisi dimulai," pungkas Liando.
GOLKAR MASIH PERKASA, PDIP LAWAN SERIUS
Arena Pilkada Minsel memang dipastikan sengit karena kursi PDIP mengalami peningkatan signifikan dengan meraup 10 kursi, sama dengan Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minsel. Meski begitu, posisi Partai Golkar terbilang unggul. Walau jumlah kursi setara di DPRD namun suara Golkar Minsel untuk calon legislatif berada di atas PDIP. Selain itu, ini dipandang bukan satu-satunya ukuran. Sebab suara untuk DPRD Provinsi Dapil Minsel-Mitra juga bisa dijadikan dasar. Sesuai hasil, Golkar untuk DPRD Sulut khusus daerah Minsel punya angka lebih dengan 45.724 suara dibanding PDIP yang hanya 41.373 suara. Apalagi kekuatan Golkar bertambah karena Christiany Eugenia Paruntu masih memegang kendali bupati.
"Kalau menurut saya, Golkar masih tangguh dan kuat pada Pilbup 2020 akan datang, akan tetapi PDIP juga menjadi ancaman serius. Namun figur-figur yang bermunculan antara PDIP masih wacana dan belum keputusan akhir partai," ungkap pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka.
Perolehan suara dan kursi dinilai tidak sepenuhnya menentukan. Figur yang berkualitas dianggap sebagai senjata kuat. Apalagi menurutnya, duel ‘merah’ dan ‘kuning’ belum final. Sebab jalan berkoalisi masih terbuka lebar. Keduanya bisa saja masih berpadu. "Semua calon masih wacana, bukan tidak mungkin koalisi masih terbuka dan berpeluang, entah Golkar dan PDIP ataupun dengan Partai lain. Intinya figur yang harus dimunculkan harus figur yang punya popularitas yang baik," jelas Tumbelaka. (tim ms)












































Komentar