KPU-Bawaslu Didesak Riset Primer Kematian Penyelenggara Pemilu

Dinamika Politik Pengaruhi Kerja KPPS Cs


Manado, MS

 

Isu Olly Dondokambey (OD) akan melenggang ke gedung putih kian menguat. Kemenangan telak pasangan Jokowi Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) pada pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2019 di bumi Nyiur Melambai, jadi pemicu. Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu pun kans dilema.

Itu menyusul pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulut telah didepan mata. Dan Olly disebut-sebut masih menjadi kandidat terkuat PDIP untuk kembali menduduki kursi Top Eksekutif Sulut 2020 mendatang. 

Wacana Olly akan menjadi salah satu menteri makin mengemuka setelah pasangan Jokowi-Amin kian unggul dalam hasil real count di aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Data yang diperoleh harian ini dari situs resmi KPU sekitar pukul 20:30 WIB, Selasa (14/5) kemarin, data real count  telah mencapai 81,8 persen. Pasangan Jokowi-Amin memperoleh suara 70.548.655 (56,25%) dan pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) mendapat 54.864.432 (43,75 %).

Jokowi-Amin unggul 15.684.223 dari data situng di 666.012 dari 813.350 TPS yang melakukan pemungutan suara di pilpres. Sementara hasil rapat pleno rekapitulasi nasional penghitungan suara Pilpres 2019 di Provinsi Sulut, Jokowi-Ma’ruf unggul mutlak dengan perolehan 1.220.524 suara. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi hanya meraih 359.685 suara.

Beredar info, Olly telah dua kali dipanggil secara privat oleh Jokowi. Pertama, usai pemungutan suara pilpres. Olly dipanggil dengan kapasitas Gubernur Sulut bersama Gubernur Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemudian dipanggil lagi oleh Jokowi belum lama ini.

Kabarnya, Olly telah ditawari kursi menteri oleh Jokowi karena sukses memenangkan pasangan Jokowi-Amin di Sulut dengan hasil yang sangat signifikan. Olly disebut-sebut bakal menjabat menteri perhubungan atau menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tak hanya itu, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pun dikabarkan telah memberi restu kepada Olly untuk menjadi menteri.

“Pak Gubernur (Olly, red) sudah dua kali dipanggil secara khusus oleh Pak Presiden (Jokowi, red). Pertama waktu setelah Pilpres. Pak Olly dipanggil bersama Gubernur Bali dan NTT, setelah dari hasil quick count, hasil di Sulut pasangan Jokowi-Amin tembus 80 persen suara,” beber orang dekat Olly yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.

“Kemudian yang belum lama ini (Dipanggil Jokowi, red). Selain membahas soal pembangunan infrastruktur di Sulut, kalau tidak salah, Pak Presiden  juga sudah memberi signal kepada Pak Olly untuk menjadi menteri. Itu mungkin suatu bentuk penghargaan Pak Presiden untuk Sulut dan Pak Olly,” sambungnya lagi.

Itu diperkuat dengan posisi dan kapasitas Olly sebagai kader PDIP yang telah malang melintang di senayan. “Pak Jokowi pasti sudah tau rekam jejak Pak Olly. Beliau sudah sangat berpengalaman di senayan. Sudah pernah duduk di badan anggaran, ketua komisi hingga ketua Fraksi PDIP di DPR. Jadi sudah tidak diragukan lagi kualitas dan kapabilitasnya untuk menjadi seorang menteri,” beber sumber.

“Kalau nggak salah, Olly juga telah sowan ke Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri, red). Dan Ibu Mega, katanya sih, oke oke saja. Kan Olly itu kader PDIP. Cuma itu tergantung Pak Jokowi dan Olly lagi, sambil menunggu pleno resmi penetapan hasil pemilu pada 22 mei 2019 mendatang,” tutupnya.

SULUT PELUANG 2 MENTERI, OLLY KEPEPET

Meski belum ada pleno penetapan hasil pemilu 2019 dari KPU, namun pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, diyakini telah memenangi pilpres 2019. Itu mengacu dari hasil quick count dari lembaga survei nasional dan real count KPU yang menempatkan pasangan Jokowi-Amin unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sulut sendiri dinilai berpotensi mendapat jatah dua menteri. Itu menyusul kemenangan telak pasangan Jokowi-Amin atas Prabowo-Sandi di Sulut. “Tanpa mendahului KPU, tapi kelihatannya pasangan Jokowi-Ma’ruf, sudah memenangi pilpres. Dan Sulut itu berpotensi dapat jatah dua menteri. Minimal satu lah,” tanggap Taufik Tumbelaka, salah satu pemerhati politik dan pemerintahan Sulut, Selasa (14/5) kemarin.

Hal itu dianggap cukup beralasan, karena pasangan Jokowi-Amin menang di ‘kandang’ Prabowo. “Itu nilai plusnya. Kan Prabowo mengaku orang Minahasa. Apalagi selisihnya jauh. Jadi peluang Sulut dapat kursi menteri itu sangat besar,” ungkap Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Centre (TAC) itu.

Terkait figur berpotensi jadi menteri dinilai bakal berasal dari tokoh partai koalisi pengusung Jokowi-Amin di Sulut. Utamanya dari PDIP. “Tentu dari tokoh-tokoh parpol yang mengusung Jokowi-Ma’ruf. Terutama PDIP,” lugas Bung Taufik sapaan akrabnya.

Disinggung soal Olly Dondokambey, Taufik tak menampiknya. “Kalau beliau (Olly, red), peluangnya paling besar. Cuma apa Olly sudah yakin akan menyerahkan ke kader lain yang akan maju di Pilgub 2020 mendatang. Sementara arus bawah khususnya garis partai masih sangat menginginkan Olly maju lagi dengan Steven Kandouw,” bebernya.

Apalagi persaingan di Pilgub Sulut 2020 mendatang dinilai akan berlangsung ketat. Itu menyusul sepak terjang Partai Nasdem, yang sukses menjadi jawara kedua pemilu legislatif DPR, sesudah PDIP. “Karena kelihatannya Nasdem akan all out di Pilgub nanti. Belum lagi dari Golkar.  Apalagi kalau keduanya koalisi. Itu tentu akan merepotkan PDIP,”  ulas Taufik.

“Walau tak menutup kemungkinan juga kader Nasdem dan Golkar Sulut bisa jadi menteri. Kan sama-sama dengan PDIP sebagai partai pengusung Jokowi-Maruf,”  tambahnya.

Olly pun dianggap kans dilema bila penyusunan kabinet Jokowi-Maruf, dilakukan sebelum Pilgub Sulut. “Kalau Olly benar-benar ditawari kursi menteri sebelum Pilgub, beliau (Olly, red) bakal dilema. Karena harus memilih antara kursi menteri atau Pilgub. Sebab sampai saat ini, belum ada kandidat gubernur di PDIP yang bisa menandingi figur Olly,” paparnya lagi.

“Kecuali Olly sudah memiliki kalkulasi politik dan yakin PDIP bisa menang Pilgub, tanpa dirinya. Tapi itu tentu tak akan mudah. Perlu pertimbangan dan strategi politik yang sangat matang,” tambah jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Rival politik PDIP dinilai akan merasa lebih nyaman bila Olly tidak turun arena di pilgub Sulut. “Kalau lawan politik pasti lebih suka kalau Olly jadi menteri. Peluang untuk menang tentu akan lebih terbuka,” umbar Taufik.

“Kita tunggu saja bagimana dinamika politik selanjutnya. Tapi yang pasti pilgub Sulut nanti akan seru dan ketat,” tandas putra Gubernur pertama Sulut itu. 

Diketahui,hasil rapat pleno rekapitulasi nasional penghitungan suara pemilu legislatif 2019 tingkat DPR di Provinsi Sulut,PDIP sukses meraih suara terbanyak dengan perolehan 564.703 suara. Disusul NasDem dengan 248.666 suara, Golkar (236.697 suara), PAN (80.732 suara), Demokrat, (69.943 suara), Gerindra (61.811 suara) dan Perindo ( 51.437 suara).

Kemudian Hanura dengan 37.630 suara, PPP (27.990 suara), PSI (26.953 suara), Partai Berkarya (20.221 suara), PKB (17.530 suara) , PKS (17.453 suara), Garuda (10.005 suara), PBB ( 3.736 suara)  dan terakhir ditempati oleh PKPI dengan 3.862.

‘OLLY PILIH GUBERNUR’

Wacana Olly Dondokambey akan masuk kabinet Jokowi-Amin, terus mengencang. Pro dan kontra bersahut-sahutan di media sosial (medsos). Ada yang mendukung, namun ada pula yang masih menginginkan Olly menjadi gubernur Sulut dua periode.

Olly sendiri ketika dikonfirmasi hanya berdiplomasi. “Menteri itu bukan urusan gubernur. Itu urusan bapak presiden,” ujar Olly kepada sejumlah wartawan di Lobi Kantor Gubernur, Selasa (14/5) kemarin.

Pun begitu, orang nomor satu di bumi Nyiur Melambai tak menepis telah dipanggil Presiden Jokowi. Namun dia membantah membicarakan soal menteri.

“Waktu itu dipanggil sebagai kepala daerah. Ada gubernur, walikota dan bupati. Bukan dipanggil untuk menjadi menteri,” tepisnya.

Olly pun terkesan masih memilih untuk maju di Pilgub Sulut daripada menjadi menteri. Sinyalemen itu diungkap Olly saat memberi sambutan di acara penamatan 909 siswa Kelas XII SMA Negeri I Manado, di Aula Mapalus  kantor Gubernur Sulu, Selasa kemarin.

Politisi PDIP itu mengaku masih sangat ingin membangun Sulut. “Mudah-mudahan pak Presiden Joko Widodo tidak memanggil saya menjadi menteri. Karena kepercayaan masyarakat Sulut kepada saya masih besar,” bebernya.

Olly mengaku ingin fokus membangun Sulut untuk lima tahun kedepan. Utamanya di sektor pembangunan infrastruktur dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Karena itu merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat dan Pemprov Sulut agar lapangan kerja di daerah menyerap SDM lokal,” ungkap politisi PDIP itu.

Ia mendorong para generasi muda Sulut termasuk lulusan SMA 1 Manado untuk mempersiapkan diri.  “Saudara-saudara sudah harus mempersiapkan diri, jangan kesempatan itu diambil orang lain. Investasi yang masuk ke Sulut nanti 26 triliun yang akan terbuka pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baik dibidang pariwisata dan industry. Dan itu nantinya yang memerlukan sekitar 250 ribu tenaga kerja baru,” terangnya.

“Kita akan mendorong agar lapangan-lapangan kerja yang baru itu umumnya akan diisi oleh putri-putri daerah yang potensial dan berbakat dibidangnya masing-masing,” kuncinya.(sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting