DUET ISKANDAR-DEDDY KOKOH
PDIP Tatap Optimis Pilkada Bolsel
Bolsel, MS
Euforia politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tahun 2020 picu antusias publik. Bursa pasangan calon jadi sorotan. Teranyar, proyeksi soal siapa peraih ‘tiket’ Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nanti mulai bermunculan. Perhatian tertuju pada pasangan Iskandar Kamaru dan Deddy Abdul Hamid. Duet petahana dipandang sebagai pilihan tepat.
Sebagai peraih kursi siginifikan di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Kabupaten Bolsel, PDIP berhasil memenuhi syarat sebagai partai politik (parpol) yang bisa mengusung calon tanpa harus berkoalisi. Namun dalam penentuan calon di Pilkada nanti, parpol besutan Megawati Soekarno Putri dinilai harus jelih. Pasangan petahana, Iskandar - Deddy disebut-sebut sebagai kandidat paripurna yang cocok diusung PDIP.
"Sosok Iskandar Kamaru dan Deddy Abdul Hamid bagi saya sangat tepat. Sebab, keduanya sekarang ini sudah berpasangan menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Keduanya adalah sosok paripurna, setelah sebelumnya H Herson Mayulu SIP bersama Iskandar Kamaru (H2M-Bersinar),” sebut Zainal Van Gobel, salah satu pengamat politik Bolsel.
Di sisi lain, melihat fenomena perolehan suara dan kursi di DPRD Bolsel, PDIP nampaknya akan menjadi momok menakutkan bagi kader lain. Sebab, partai berlambang Banteng Moncong Putih ini berhasil meraih suara terbanyak dengan perolehan 11 kursi. Sementara partai lain seperti Nasdem, Golkar dan PAN hanya mampu meraih masing-masing Dua kursi. Begitu juga dengan PKB, Gerindra dan Perindo, hanya meraih masing-masing satu kursi.
Zainal menyebut jika memang PDIP masih sangat tangguh untuk Pilbup 2020 mendatang. Apalagi katanya kalau berkaca pada perolehan kursi DPRD kabupaten. “Iya memang. Karena PDIP memiliki kekuatan besar, jika melihat perolehan kursi di DPRD 11 kursi. Kalaupun partai lainnya ingin gabung dan melawan PDIP, bagi saya itu mustahil. Karena partai-partai yang hanya memperoleh dua kursi apalagi hanya satu kursi, pasti akan memikirkan kepentingan partai mereka masing-masing,” jelas Zainal.
Namun tekait penentuan calon, menurut dia ada sederet faktor yang harus dijadikan pertimbangan. Salah satunya pemetaan kekuatan dengan melihat potensi basis masa yang dimiliki. Memang diakuinya jika saat ini mulai bermunculan calon kandidat yang berpeluang mencalonkan diri di Pilkada Bolsel nanti. Namun kekuatan dan basis masa yang dimiliki Iskandar - Deddy dinilai lebih kokoh dibandingkan calon kandidat lainnya.
“Kalau pak Bupati Iskandar sudah pasti memiliki basis jelas di Posigadan hingga Tomini dan sebagian di Helumo sampai Bolaang Uki. Sedangkan pak Wabup Deddy Abdul Hamid memiliki basis masa di Kecamatan Pinolosian, Pinolosian Tengah dan Pinolosian Timur. Jadi tidak ada yang perlu diragukan bagi kedua pasangan ini lagi,” ungkapnya.
MASIH FOKUS JALANKAN RODA PEMERINTAHAN
Hiruk pikuk soal figur-figur bakal calon di Pilkada Bolsel 2020 mendatang yang kian ramai belakangan ini ditanggapi ringan oleh Bupati Iskandar Kamaru SPt dan Wabup Deddy Abdul Hamid. Keduanya masih enggan berkomentar lebih terkait hal tersebut. Iskandar dan Deddy mengaku hingga saat ini masih akan fokus pada pemerintahan.
“Belum. Kita belum membahas soal Pilbup, karena masih fokus untuk menjalankan roda pemerintahan,” kata Bupati, diiyakan Wabup, baru-baru ini.
Nyaris sama dengan Bupati dan Wabup, Ketua DPC PDIP Bolsel H Herson Mayulu SIP juga saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsAPP mengatakan, jika masih terlalu dini membahas persoalan Pilbup. “Belum. Masih terlalu dini untuk dibahas,” kata Herson, yang baru saja terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024, kemarin.
PDIP OPTIMIS
Prestasi gemilang yang berhasil diraih PDIP di ajang Pileg 2019 di Bolsel memicu reaksi optimis para elit partai berlambang Banteng Moncong Putih. Keberhasilan tersebut diyakini akan berlanjut di Pilkada Bolsel 2020 mendatang.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pengurus Daerah PDIP Sulut, Lucky Senduk mengatakan soliditas adalah kunci utama kemenangan PDIP diberbagai iven pemilu. "Yang memenangkan pilkada itu kuncinya soliditas, dan sejauh ini PDIP merupakan partai yang solid. Itu menjadi modal besar bagi kami untuk merebut kemenangan di pilkada, termasuk di Bolsel mendatang," katanya dengan nada optimis dalam wawancara, Minggu (12/5) kemarin.
Perolehan 11 kursi di DPRD Bolsel disebut sebagai salah satu contoh bagimana soliditas baik antara para pengurus partai, para pendukung maupun calon yang diusung terjaga dengan baik. "Kita yakin soliditas itu akan berlangsung hingga pilkada tahun depan, dan tentunya kemenangan akan kembali diraih," tandas Senduk.
Untuk Pilkada Bolsel, menurutnya, sudah sangat jelas PDIP akan mengusung pasangan calon. Sebab sesuai aturan bagi parpol untuk bisa mengusung calon, PDIP berhasil memenuhi syarat untuk bisa mengusung tunggal meski tanpa berkoalisi.
"Bisa mengusung sendiri bukan berarti kami tak akan berkoalisi. PDIP adalah partai yang sangat terbuka, kalau pun nanti ada komunikasi politik dengan parpol lain untuk berkoalisi kita wellcome, namun tentu saja harus menyesuaikan dengan arah dan kebijakan partai kami," katanya lagi.
Sementara disentil soal pasangan calon yang akan diusung, menurut Senduk PDIP memiliki mekanisme soal itu. Mulai dari tahap penjaringan, penyaringan, fit and propher test, hingga penetapan.
"PDIP punya mekanisme, pertama kita jaring kemudian disaring. Tentu kita juga lihat survei dulu baru hasilnya direkomendasikan ke DPP. Jadi bukan ranah kami, wewenangnya ada di DPP yang akan menerbitkan SK pencalonan," papar Senduk.
"Intinya siapapun calon yang akan diusung PDIP nanti, kita yakini itu sebagai calon yang akan membawa kemenangan, bukan hanya di pilkada Bolsel saja, tapi di beberapa daerah penyelenggara pilkada lainnya di Sulut tahun depan," pungkasnya. (hendra/jackson)












































Komentar