Screen House Budidaya Tanaman Hias Krisan Ambruk Akibat Curah Hujan Lebat, Lala: Perbaikan Sedang Dilakukan


Tomohon, MS

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Dr. Karel Lala, SP, MSi, menyatakan bahwa screen house yang digunakan untuk budidaya tanaman hias Krisan di Kota Bunga mengalami ambruk akibat curah hujan lebat yang terjadi belum lama ini. Kejadian ini terjadi di Kakaskasen II, milik Kelompok Tani Rosa.
Kepada sejumlah awak media, Karel Lala menjelaskan bahwa peristiwa ini menimpa salah satu dari sepuluh screen house yang telah dianggarkan melalui APBD Tahun 2025 dengan total anggaran sebesar 880 juta rupiah.
"Screen house ini merupakan bagian dari program khusus yang dirancang oleh Walikota untuk mendukung pengembangan tanaman hias, khususnya Krisan. Saat ini, perbaikan screen house sedang berlangsung dan ditargetkan selesai paling lambat bulan Februari mendatang," ujarnya.

Lebih jauh, Karel Lala menambahkan bahwa program pembangunan screen house ini bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman hias Krisan secara massal. Ia berharap agar para petani di Kota Bunga dapat memproduksi benih secara lebih besar dan memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun luar daerah.
"Kami berharap semua kelompok tani bisa turut serta memproduksi benih Krisan secara besar-besaran, sehingga kebutuhan benih dapat terpenuhi dan petani bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang optimal," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa selama ini, produksi Krisan oleh petani mencapai sekitar 400.000 hingga 450.000 tangkai per tahun, yang dihasilkan dari luas wilayah penanaman sekitar 27.696 meter persegi. Ada beberapa kelompok tani yang tersebar di berbagai lokasi, dengan total 48 screen house yang tersebar di berbagai wilayah. Masing-masing screen house memiliki ukuran berbeda, seperti 10x10 meter, 10x15 meter, dan 10x30 meter, yang digunakan untuk mendukung kegiatan budidaya Krisan.

Dalam rangka mendukung pengembangan tanaman hias Krisan, pemerintah juga terus melakukan berbagai langkah, termasuk pelatihan, penyediaan benih unggul, dan promosi produk ke pasar nasional maupun internasional.
"Kami berharap petani dapat meningkatkan produksi secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar global," pungkas Karel Lala.
Dengan adanya perbaikan screen house yang sedang berlangsung, diharapkan kegiatan budidaya Krisan di Kota Bunga dapat berjalan kembali normal dan bahkan lebih baik dari sebelumnya, memberikan manfaat ekonomi dan memperkuat citra kota sebagai pusat tanaman hias nasional. (RommyKaunang)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting