Foto: Rahman Kodu.
Legislator Rahman Kodu Seriusi Pasar Buha dan Iuran Pedagang Diusulkan Turut Direspon Positif Pemerintah
Manado, MS
Anggota Komisi II DPRD Manado Rahman Kodu tentang pemanfaatan Pasar Buha di Sumompo menyerukan langkah tindaklanjutnya.
Menurutnya, pasar itu terkesan "ditinggalkan", kemungkinan dilihat tak Representative lagi, sampai terkesan terbengkalai.
Dimana, letaknya berada di depan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.
“Salah satu ketidaknyamanan mungkin penyebab tempatnya tidak berkembang. Terkesan pula, pasar itu dipaksakan awal pemindahan dari Pasar Tuminting. Karena ada pemilik lahannya,” kata Kodu ke pewarta yang sehari-hari muncul di DPRD Manado , Senin (17/3/25).
Meski kini, lanjutnya, para pedagang dari Pasar Buha telah berjualan Kembali di Pasar Tuminting, tepatnya di bagian belakang.
Pun, juga ada yang telah beralih ke Pasar Bobo.
Namun, guna langkah pemanfaatan lebih jauh, Kodu menyebutkan bakal dikoordinasikan termasuk pasar lainnya dengan pengelolah atau Pemkot Manado.
Di sisi lain, politisi PKS ini menuturkan, soal iuran bagi pedagang yang berjualan seperti di Pasar Bersehati untuk ada sistem pembayaran terbarukan.
Berdasarkan jumlah iuran yang dikenakan terasa tak adil.
Pasalnya, nilainya sama dari depan, tengah dan belakang sebesar Rp 40 Ribu. Padahal, pendapatan pedagang berbeda dan layak bervariasi.
Dia menuturkan, kalau usulan itu sudah diberikan berupa masukan ke Walikota dan Dirut Perumda Pasar Manado belum lama ini.
Ada pun yang diusulkan yakni memakai sistem digitalisasi agar tak terjadi tebang pilih terhadap pembayaran iurannya.
“Saya menawarkan pembayarannya dilakukan melihat prosentase pemasukan. Dilihat dari jumlah pendapatan per hari pedagang. Contohnya, kalau per hari pedagang peroleh Rp 2 juta maka iuran dibayarkan 60 ribu, juga kalau pendapatan mereka mencapai Rp 5 Juta maka dibayarkan sebesar 150 ribu,” jelasnya.
Ini dikarenakan, setiap penjual di pasar memiliki modal yang berbeda.
"Mereka bermodal besar pasti jualannya banyak. Membuat, pembayaran bea akan tidak adil jika disama-ratakan," ujarnya.
Soal pemakaian secara digitalisasi, Kodu menegaskan ulang, adanya pedagang dan penjual memakai pola digitalisasi itu. Sembari menyebut, bakal membamtu optimalisasinya seperti memiliki aplikasi sebagai pendukungnya.
Tambahnya, jika telah menjadi aplikasi bakal dilakukan demo pengenalannya.
"Sejauh ini, usulan ke walikota dan Dirut Perumda Pasar Manado itu sudah diterima dan mendapat respon positif. Tinggal waktunya saja,” pungkasnya. (devy kumaat)






































Komentar