Foto: Jajaran pengurus LP3KD Sulut usai rapat.
Pesparani Katolik Pertama se-Sulut Bakal Berlangsung Akhir 2025
Manado, MS
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) telah menyiapkan gelaran Pesta Paduan Suara Rohani (Pesparani) tingkat Sulut.
Hal tersebut sesuai rapat Pengurus LP3KD Provinsi Sulut yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Jun Silangen, di Aula YPK Keuskupan Manado, Jumat (23/3/25).
Menurut Silangen, terdapat 3 keputusan berdasarkan rapat yang salah satunya waktu pelaksanaannya.
"Benar, hasil rapat seluruhnya yakni pihak Panpel dan Pengarah dari LP3KD dari Sulut. Pelaksanaannya berlangsung di Manado, tepatnya awal November 2025 ini," kata dia merinci keputusan rapat.
Lanjutnya, dikarenakan perhelatan pesparani Katolik ini pertama kali, maka panitia juga tempat perlombaan ditangani LP3KD Sulut sendiri.
Senada diserukan Pastor Pengarah atau Moderator LP3KD Sulut Paulus J Mentang Pr di dampingi Suster Ritha Manuel JMJ, bahwa pesparani ini bagian momentum yang baik atau gambaran eksistensi pengurus.
"LP3KD Sulut turut menunjang dan mendukung program kerja pemerintah daerah dan Keuskupan Manado di bidang Kerohanian, Musik Liturgi, Kebudayaan dan Pariwisata," ujarnya.
Penasehat LP3KD Sulut Professor Perry Rumengan turut menuturkan, di pesparani se-Sulut ini akan ada juga Workshop dan Pelatihan baik untuk Pelatih dan Juri.
Serupa dikatakan Ketua Bidang I LP3KD Sulut
Dr Art Merung, kalau pesparani ini akan turun seperti pelaksanaan sama di tingkat nasional.
"Ya sama dengan pelaksanaan Pesparani Katolik tingkat nasional dalam hal, penyelenggaraan dan perlombaannya. Termasuk, lomba kearifan lokal dari Keuskupan Manado diisi pula Musik Kolintang, agar bisa menjadi Roll Model Sulut ketika akan menjadi tuan rumah Pesparani se-Indonesia nanti," jelas Merung detail.
Tak berbeda jauh, ditambah Ketua Bidang II LP3KD Sulut Fabian Kaloh, kalau serupa diharapkan pastor moderator, jajaran pengurusnya dan panitia mampu dalam sinergitas ini juga pihak gereja, baik keuskupan, setiap kevikepan dan paroki.
"Umat Katolik sebanyak mungkin terlibat menyukseskan kegiatan ini," ungkapnya. (devy kumaat)






































Komentar