Foto: Wapres Gibran Rakabuming Raka di momen pelantikan Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik (PK). Foto kiri, personil Dewan Pakar Venny Nangka dan di bagian kanan bawah, Ketua Komda PK Sulut Agustinus Kalengkongan (berkopiah) bersama sebagian PP asal Sulut .
Pelantikan Disaksikan Wapres RI, 9 Pemuda Katolik Asal Sulut Masuk Pengurus Pusat
Manado, MS
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka jadi saksi sudah dilantiknya oleh Ketua KWI seluruh Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik (PK) di Gedung KWI Jakarta, Selasa (17/12/24).
Terdapat sembilan kader dari Sulut masuk kabinet yang diketuai oleh Stefanus Asat Gusma. Dimana, Gusma juga menjabat ketua di periode sebelumnya.
Ke sembilan kader untuk masa bakti 2024-2027 tersebut dengan posisinya masing-masing adalah :
- Lexi Mantiri SS (Dewan Pakar)
- Ferlansius Pangalila SH MH Dewan Pakar)
- Venny Veronica Nangka Dewan Pakar)
- Wasekjen Bidang Luar Negeri Andreas Kindangen
- Wasekjen Bidang Perindustrian dan Perdagangan
Marista Hilaria Pratasik
- Wasekjen Bidang Unit Bisnis dan Organisasi
Ignasius Barce Karundeng
- Wasekjen Bidang Kesehatan Pemberdayaan Disabilitas dan Keluarga Sejahtera
Serjio Saeh
- Ketua Departemen Program Internal dan Keorganisasian
Anastasia Datau
- Koordinator Wilayah Regio Sulawesi Efrem Walangitan
Terkait prosesi itu, Ketua Komda PK Sulut Agustinus Kalengkongan melalui Kindangen yang juga
Wakil Bendahara PK Komda Sulut menuturkan, mereka sebagai kader mengucapkan terima kasih telah diberi kepercayaan.
Menurutnya, ini merupakan angin segar ketika ada kader asal Sulut duduk sebagai pengurus pusat.
"Harapan besar ini, sekaligus energi baru bagi PK Sulut
sehingga lebih progresif revolusioner menghadapi berbagai macam tantangan zaman, khususnya di era disrupsi 4.0 dan di awal Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Kindangen.
Sedangkan untuk ketiga personil di dewan pakar, dikatakan sudah cukup matang dan telah memberikan kontribusi lebih dalam organisasi PK sendiri.
Lantas diharapkan, ketiganya turut bisa memberikan arti dan memberikan warna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Tak lain itu, agar PK sebagai organisasi mampu menjadi rumah bersama bagi para generasi muda yang sungguh 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia," ungkapnya. (devy kumaat)






































Komentar