Kado RR-RD di Peringatan Hardiknas 2019
Gagas Sederet Kebijakan Pro Sektor Pendidikan
Tondano, MS
Sejak memimpin Kabupaten Minahasa 25 September 2018 lalu, sederet kebijakan strategis di sektor telah digagas Bupati Ir Royke Oktavian Roring M.Si dan Wakil Bupati Robby Dondokmbey S.Si (RR-RD). Sebut saja pemberlakuan kenaikan gaji guru honorer sebesar 300 persen mulai tahun ini, pemberian bantuan pendidikan untuk guru serta bantuan seragam gratis bagi murid baru SD dan SMP tahun ajaran ini.
Ini menjadi bukti keseriusan dan komitmen besar yang dibangun RR-RD untuk memacu peningkatan sektor pendidikan di Kabupaten Minahasa. Upaya-upaya tersebut juga menjadi kado berharga di peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019 yang jatuh Kamis 2 Mei 2019 kemarin.
Pada kesempatan ini, Bupati melakukan penyerahan piagam penghargaan UNBK Mandiri, sekolah model, sekolah rujukan, sekolah terakreditasi, penghargaan kepada siswa berprestasi, serta penyerahan SK pensiun dan SK CPNS secara simbolis.
Adapun upacara peringatan Hardiknas yang terpusat di Lapangan Sam Ratulangi Tondano juga dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah dan Hari Kartini di Kabupaten Minahasa. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati kemudian menyampaikan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy.
Ada beberapa pesan yang disampaikan, diantaranya setelah empat tahun lebih berfokus pada pembangunan prasarana atau infrastruktur, perhatian pemerintah mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Terkait dengan itulah, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan.
”Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya indonesia yang berkemajuan," jelas Bupati mengutip sambutan Menteri.
Disampaikannya juga saat ini peserta didik didominasi generasi yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Kondisi ini bisa dimanfaatkan sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.
"Hari Pendidikan Nasional tahun ini kiranya dijadikan momentum untuk mengonsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif," tandasnya.
Bupati pada kesempatan itu juga membacakan amanat Menteri dalam Negeri pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXIII tanggal 25 April 2019 yang mengangkat tema "Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Kreatif dan Inovatif".
"Tema peringatan ini merupakan refleksi dari eksistensi dan ekspektasi masyarakat kepada Pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk memberdayakan otonomi daerah dalam mewujudkan kemandirian, kemajuan dan kesejahteraan daerah," paparnya.
Menurut Bupati, muara dari pelaksanaan otonomi daerah adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan serta partisipasi aktif masyarakat. "Tentu diharapkan daerah mampu meningkatkan data saing dengan mempertahankan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, kekhususan serta potensi keanekaragaman daerah," pungkasnya.
Upacara ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa Dra Fenny Roring-Lumanauw SIP, Sekretaris Daerah Jeffry Korengkeng, SH, M.Si, Forkopimda Minahasa, Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Kepala-Kepala Sekolah se-Kabupaten Minahasa, serta para peserta upacara yang hadir. (jackson kewas)













































Komentar