Caroll Senduk-Sendy Rumajar Peringati Hari Pahlawan 2024, Apresiasi Perjuangan Babe Palar dan Bernard Lapian
Tomohon, MS
Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tomohon tahun ini terasa istimewa. Calon Wali Kota Caroll Senduk dan Calon Wakil Wali Kota Sendy Rumajar mengajak masyarakat untuk mengenang jasa dua putra terbaik Tomohon yang telah menjadi Pahlawan Nasional: Lambertus "Babe" Nicodemus Palar dan Bernard Wilhelm Lapian.
"Terima kasih Babe Palar dan Bernard Lapian atas perjuangan, pengorbanan, dan jasa-jasa yang telah diberikan," ungkap Caroll Senduk dengan penuh penghargaan. "Semangat kebangsaan dan pengorbanan mereka adalah warisan berharga yang harus terus dipertahankan dan dihidupkan oleh generasi muda Tomohon," tambah Sendy Rumajar.
Caroll dan Sendy berharap nilai-nilai perjuangan Babe Palar dan Bernard Lapian dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda di Tomohon. Mereka menekankan pentingnya semangat patriotisme yang diperlihatkan kedua tokoh ini sebagai pendorong bagi pembangunan nasional dan persatuan bangsa.
Mengenang Sosok Babe Palar
Lambertus Nicodemus Palar, atau yang akrab disapa Babe Palar, adalah putra Rurukan, Tomohon, yang lahir pada 5 Juni 1900. Palar memiliki peran besar dalam diplomasi Indonesia di dunia internasional. Pada 28 September 1950, ia menjadi orang Indonesia pertama yang mengibarkan bendera Merah Putih di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lake Success, New York, Amerika Serikat. Berkat usahanya, Indonesia diakui dunia dan resmi menjadi anggota PBB yang ke-60, sebuah langkah penting dalam pengakuan kedaulatan Indonesia di kancah internasional.
Bernard Wilhelm Lapian dan Peristiwa Heroik 14 Februari 1946
Bernard Wilhelm Lapian, lahir di Kawangkoan pada 30 Juni 1892, adalah sosok sentral dalam peristiwa heroik pengibaran bendera Merah Putih di Tangsi Militer Belanda di Manado pada 14 Februari 1946. Lapian yang menikahi perempuan asal Tomohon, Maria Adriana Pangkey, juga dikenal sebagai tokoh damai yang berani menjaminkan nyawanya demi tercapainya perundingan dengan pimpinan gerilyawan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan.
Lapian pernah menjabat sebagai Anggota Minahasaraad dan Volksraad, serta di masa transisi pemerintahan dari Jepang ke Belanda/NICA, ia diangkat sebagai Hukum Besar di Distrik Manado dan merangkap sebagai Burgemeester atau Wali Kota Manado.
Peringatan Hari Pahlawan kali ini adalah penghormatan kepada kedua tokoh yang telah teguh mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Kita bangga memiliki pahlawan seperti Babe Palar dan Bernard Lapian, yang telah menginspirasi dan mengharumkan nama Tomohon," tutup Caroll Senduk dalam peringatan yang penuh khidmat tersebut. (RommyKaunang/*)






































Komentar