Foto: Iskandar Kamaru
Sambut Puasa, Kamaru: Lupakan Perbedaan Pasca Pemilu
Nuansa pemilihan umum (pemilu) 2019 sebentar lagi berlalu. Kiblat publik kini perlahan mengarah pada masa-masa menyambut ibadah puasa. Asa pun ikut membuncah dari benak Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selaatan (Bolsel), Iskandar Kamaru SPt. Harapan akan utuhnya kembali keharmonisan di tengah masyarakat menyembul.
Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bolsel, agar tetap terus menjaga silaturahmi yang sudah berjalan selama ini. Bupati meminta untuk melupakan perbedaan yang terjadi selama tahapan pemilihan umum (pemilu). “Beda pilihan dalam demokrasi itu adalah hal yang biasa. Namun, menjaga kerukunan dan kekeluargaan merupakan hal utama yang harus dijaga. Jadi mari lupakan perbedaan yang timbul pada saat pemilu,” kata bupati saat menerima kunjungan kerja Kapolda Sulut, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto, Rabu (24/4) kemarin.
Apalagi lanjutnya, tidak lama lagi semua umat muslim akan menghadapi bulan suci Ramadhan. “Sehingga, mari kita sama-sama menyucikan diri menghadapi bulan puasa. Soal kalah menang, itu sudah biasa. Yang kalah jangan berkecil hati dan yang menang juga jangan terlalu berlebih-lebihan bereuforia,” tuturnya.
Bupati ikut memberikan ucapan selamat kepada para calon legislatif (caleg) yang menang dalam Pemilu April 2019 ini. Selain itu, ikut memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang telah melaksanakan tugas mereka mulai dari tahapan pencoblosan hingga pleno. “Petugas KPPS yang sakit, bahkan sampai meninggal karena kecapean, adalah pahlawan demokrasi. Saya (bupati,red) bersama Wabup ikut berbelasungkawa dengan semua KPPS yang meninggal dunia,” pungkas bupati yang ikut pula diaminkan Wakil Bupati (Wabup) Dedy Abdul Hamid.
Lebih daripada itu, demi memastikan kesehatan para petugas KPPS Bolsel, Pemkab menyiapkan petugas kesehatan di semua tempat pelaksanaan rekapitulasi PPK. “Semua kecamatan tempat pelaksanaan pleno PPK ada petugas kesehatan. Pelayanan kesehatan ini gratis dan tidak dipungut biaya. Mereka sengaja ditugaskan di lokasi pleno untuk standby, mengantisipasi jika ada petugas KPPS yang mendadak sakit,” tukasnya.
Senada dikatakan wabup Dedy Abdul Hamid yang ikut mendampingi bupati dalam kunjungan Kapolda. Menurut Ko’ Dedy sapaan akrab wabup, begitulah fenomena pemilihan. Sehingga, perbedaan jangan dijadikan sebagai alasan untuk memecah-belah persatuan yang sudah terjalin selama ini. “Selalu jaga persatuan dan kesatuan kita bersama, jangan ada perpecahan di tengah masyarakat,” ungkap wabup. (hendra damopolii)












































Komentar