Foto: David Rorimpandey
Perumda Pasar Manado Beri Kejelasan Soal KKR Dihentikan dan Diterima Baik
Manado, MS
Peribadatan yang dihentikan di kompleks Pasar 45 tepatnya di Shopping Center lalu, sudah tak dipersoalkan.
Dugaan yang menyebutkan, kalau Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado Lucky Senduk tahu soal itu pun tak ditampik. Itu untuk ibadah KKR, Rabu (8/5/24) lalu.
Manager Unit Perumda Pasar Manado David Rorimpandey mengatakan itu, kalau Dirut tidak tahu menahu masalah yang terjadi sewaktu ada kegiatan KKR yang bertempat di Bandar 45.
"Saya selaku manager Shopping Center dan Jarod , ketemu langsung dengan Pendeta Jerry Sanger dan kami berbincang bincang baik," kata dia.
Lanjutnya, jika ada k ata larangan untuk kegiatan ibadah KKR menyambut kenaikan Isa Al-Masih itu tidak benar.
Ujarnya lagi, dia malah menjelaskan bahwa silakan laksanakan ibadah KKR tapi dia selaku manager yang ditugaskan di wilayah tersebut menanyakan izin kegiatan.
“Jadi tidak menghentikan kegiatan apalagi ada kata Dirut Perumda Pasar Manado Lucky Senduk menghentikan kegiatan itu. Berita dari mana dan siapa yang menyampaikan,” ujar Rorimpandey dengan nada bertanya.
Dijelaskan lanjut, bahwa mereka pun telah berkomunikasi sangat bersahabat dengan Pendeta Jerry Sanger dan beliau sangat mengerti serta paham apa yang saya jelaskan.
“Bahkan saya menawarkan jika ada kegiatan KKR atau kegiatan ibadah apapun saya siap bantu dalam pengurusan izin kegiatan, dan bapak pendeta Jerry sangat berterima kasih, saya juga menjelaskan jika ada pemberitahuan lebih awal kami akan memfasilitasi dari segi keamanan dan fasilitas lainnya," jelasnya.
Dia turut sampaikan, untuk jangan berpolemik apalagi masalah ibadah keagamaan yang begitu sakral dalam tatanan kehidupan kita.
"Selaku masyarakat nyiur melambai Sulut adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sangat kuat kerukunan antar umat beragama dan itu di akui oleh daerah lain sehingga sering kali Sulut menjadi tempat studi banding," tuturnya.
Sementara Pendeta Jerry sendiri selaku Ketua Tim Rajawali penginjilan jalanan memberi klarifikasi bahwa ibadah belum dimulai dan dari pihak pengelola datang baik-baik.
Membicarakan terkait penggunaan pinjam lahan yang kita ketahui bersama secara umum setiap perusahaan ataupun aset pribadi ada aturan yang ditetapkan.
Pendeta Jerry Sanger ketika dihubungi meminta maaf atas kesalahpahaman yang telah terjadi atas miskomunikasi tentang pemberitahuan pengunaan lahan untuk melakukan kegiatan melalui teman dekat pendeta bahwa sudah ada pemberitahuan pengunaan lahan yang akan di adakan KKR.
“Tapi ternyata hanya mengacu ke komunikasi lama yang pernah mereka lakukan kegiatan beberapa bulan sebelumnya. Sementara Perusahaan Pasar Manado sudah menerapkan aturan baru yang lebih terkontrol terkait pinjam lahan, bukan tidak di perbolehkan tapi harus ada pemberitahuan awal,” tandasnya.
Bersama timnya, Pendeta Jerry sudah memahami penyampaian managemen Perumda Pasar Manado. Dan, tidak mempersoalkan kejadian tersebut, termasuk beliau meminta maaf atas kesalahpahaman tersebut. (devy kumaat)






































Komentar